Asah Keterampilan Pertukangan, Lapas Atambua Libatkan Warga Binaan Perbaiki Fasilitas Kantor
Atambua, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua libatkan tiga Warga Binaan yang memiliki keterampilan pertukangan dalam perbaikan plafon ruang registrasi, Rabu (4/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus kesempatan bagi Warga Binaan untuk menerapkan keterampilan yang telah diperoleh selama menjalani pembinaan.
Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Antonio Da Costa, tegaskan bahwa pelibatan Warga Binaan dalam pemeliharaan sarana dan prasarana merupakan bentuk kepercayaan sekaligus penerapan hasil pembinaan.
"Program pembinaan kemandirian di Lapas Atambua tidak hanya berhenti pada teori dan simulasi, tetapi diarahkan pada hasil karya nyata yang memberikan manfaat langsung. Pelibatan Warga Binaan dalam perbaikan fasilitas kantor ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan yang berjalan mampu mencetak sumber daya manusia yang terampil, produktif, dan siap memberikan kontribusi positif," tegas Kalapas.
Petugas Pembina Kegiatan Kerja, Jope Tukan, menjelaskan bahwa program pertukangan ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja sekaligus mengasah keterampilan dan tanggung jawab Warga Binaan.
"Melalui kegiatan kerja nyata seperti ini, kami ingin memastikan bahwa pelatihan kemandirian yang diberikan di dalam Lapas benar-benar aplikatif. Dengan mempercayakan perbaikan fasilitas kantor kepada Warga Binaan yang memiliki keahlian pertukangan, mereka tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri sebagai persiapan untuk kembali ke tengah masyarakat," ujar Jope.

Salah satu Warga Binaan yang turut mengerjakan perbaikan plafon, VM, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh pihak Lapas.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak Lapas Atambua, khususnya jajaran pembina kemandirian, yang telah memberikan kami kesempatan untuk berkontribusi langsung. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengasah keahlian pertukangan dengan serius, sehingga keterampilan ini bisa menjadi bekal yang bermanfaat dan halal setelah kami bebas nanti," tuturnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Atambua
What's Your Reaction?


