Deteksi Dini Penyakit Menular, Lapas Palopo Gelar Skrining HIV dan Sifilis bagi 75 Warga Binaan
Palopo, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo bekerja sama dengan Puskesmas Bara Permai Kota Palopo gelar skrining HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS), khususnya sifilis, bagi Warga Binaan dan Tahanan, Selasa (3/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus deteksi dini penyakit menular.
Bertempat di Poliklinik Beringin Lapas Palopo, kegiatan berlangsung pukul 08.30–11.00 WITA dengan melibatkan 75 Warga Binaan dan tahanan. Skrining dilakukan oleh petugas kesehatan Puskesmas Bara Permai, Serlina dan Miftahul Zahra.
Rangkaian kegiatan meliputi pemberian informasi dan edukasi kesehatan, pendataan peserta, pemeriksaan HIV dan sifilis menggunakan metode standar, serta pencatatan hasil untuk menentukan tindak lanjut medis apabila diperlukan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 75 peserta, tidak ditemukan kasus HIV positif, baik kasus baru maupun lama. Sementara itu, pemeriksaan sifilis menunjukkan lima orang terdeteksi positif sebagai kasus baru, sedangkan kasus lama nihil. Kelima Warga Binaan tersebut selanjutnya memerlukan pemeriksaan dan penanganan sesuai prosedur medis yang berlaku.
Selain pemeriksaan, petugas kesehatan memberikan edukasi mengenai HIV/AIDS dan IMS, meliputi cara penularan, langkah pencegahan, pentingnya menjaga pola hidup sehat, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kepala Lapas Palopo, Jose Quelo, menyampaikan bahwa skrining tersebut merupakan bentuk komitmen Lapas dalam memenuhi hak kesehatan Warga Binaan dan Tahanan.
“Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar yang harus dipenuhi bagi setiap Warga Binaan. Melalui kegiatan skrining HIV dan sifilis ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan Warga Binaan dapat terpantau sejak dini sehingga apabila ditemukan indikasi penyakit, dapat segera dilakukan penanganan dan tindak lanjut medis. Kami juga mengapresiasi dukungan Puskesmas Bara Permai yang telah bersinergi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada Warga Binaan,” ujar Jose Quelo.
Ia menambahkan bahwa Lapas akan terus mendorong pemeriksaan kesehatan secara berkala dan meningkatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan selama menjalani masa pembinaan.
Petugas Puskesmas Bara Permai Kota Palopo, Serlina, menyampaikan bahwa skrining tersebut bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit menular pada Warga Binaan.
“Melalui kegiatan skrining ini, kami berupaya mendeteksi secara dini kemungkinan adanya HIV/AIDS dan IMS pada Warga Binaan. Pemeriksaan seperti ini penting dilakukan agar kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal dan dapat segera diberikan tindak lanjut apabila diperlukan,” ujar Serlina.
Serlina berharap pemeriksaan dan edukasi kesehatan dapat meningkatkan kesadaran Warga Binaan untuk menjaga kesehatan diri maupun lingkungan.
“Dengan pemeriksaan dan edukasi secara berkala, diharapkan upaya pencegahan penyakit menular dapat dilakukan secara lebih optimal,” tambahnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Palopo
What's Your Reaction?


