Asah Skill Barber, Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Siap Mandiri
Pangkalpinang, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus bekali Warga Binaan dengan keterampilan yang aplikatif. Salah satunya melalui pelatihan barber atau potong rambut yang diikuti oleh 10 orang Warga Binaan, Kamis (5/2). Keterampilan barber ini menjadi bekal vokasional yang relevan untuk mendukung kesiapan kerja dan kemandirian Warga Binaan.
Pelatihan barber ini menghadirkan instruktur dari peserta magang, Citra Panca Paramita, lulusan Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Surabaya, dan berlangsung selama tiga hari bertempat di Gedung Serbaguna Lapas Pangkalpinang.
Kepala Lapas (Kalapas) Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian dan pembinaan vokasional yang dikembangkan di Lapas Pangkalpinang. “Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan bernilai ekonomi, sehingga dapat menjadi bekal kemandirian setelah kembali ke masyarakat,” harap Kalapas.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini berdampak positif terhadap pembentukan karakter Warga Binaan. “Selain keterampilan kerja, pelatihan ini juga menumbuhkan kepercayaan diri, kedisiplinan, serta etos kerja Warga Binaan, yang sangat penting dalam proses reintegrasi sosial,” tambahnya.
Senada, Kepala Subseksi Sarana Kerja, Idham Arafah, menjelaskan bahwa pelatihan barber ini dirancang berkelanjutan sebagai kebutuhan seluruh Warga Binaan dan Tahanan di Lapas Pangkalpinang. “Ke depan, kami akan menggelar pelatihan tingkat lanjut guna mengembangkan layanan jasa pangkas rambut internal di dalam Lapas,” janjinya.
Sementara itu, Citra menjelaskan Istilah barber berasal dari kata Latin barba yang berarti janggut. Teknik ini menggunakan kombinasi hair clipper dan shaving untuk membentuk rambut, kumis, janggut, dan cambang agar tampak rapi dan terstruktur. “Keterampilan barber tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga membentuk sikap profesional seperti disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab,” ungkap Citra.
Citra menambahkan bahwa pembelajaran barber dirancang secara terpadu antara teori dan praktik. Proses pemangkasan dilakukan secara sistematis, mulai dari persiapan, penggunaan alat, pelaksanaan, hingga tahap finishing. “Dengan proses yang terstruktur, hasil potongan rambut akan tertata rapi dan sesuai dengan bentuk wajah,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Lapas Pangkalpinang berharap Warga Binaan memiliki keterampilan barber yang relevan dan mampu mengembangkannya secara mandiri sebagai bekal menuju kemandirian dan produktivitas. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


