Bangun Spiritualisat Warga Binaan, Lapas Cipinang Rutin Gelar Tadabbur Al-Qur'an
Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang kembali gelar kajian tadabbur Al-Qur'an yang rutin diselenggarakan setiap pekan, Kamis (9/7). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baiturrahman Lapas Cipinang ini hadirkan pemateri dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebagai mitra pembinaan keagamaan.
Dalam kajian tersebut, Warga Binaan diajak pahami makna tadabbur Al-Qur'an melalui proses membaca, merenungkan, menghayati, dan memahami kandungan ayat-ayat suci agar nilai-nilainya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain tingkatkan pemahaman terhadap Al-Qur'an, kegiatan ini juga jadi sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual.
Kepala Lapas Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku Warga Binaan.
"Pembinaan tidak hanya berorientasi pada aspek keterampilan, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual. Melalui kajian Tadabbur Al-Qur'an, kami berharap setiap Warga Binaan mampu memperbaiki diri, menumbuhkan akhlak yang mulia, serta memiliki bekal untuk kembali menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat. Inilah esensi Pemasyarakatan, yaitu membina manusia agar kembali menjadi insan yang lebih baik," ujarnya.
Pemateri dari Dewan Masjid Indonesia, Margiono, menjelaskan bahwa Al-Qur'an tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan.
"Ketika seseorang mentadabburi Al-Qur'an, ia sedang membuka ruang dialog antara dirinya dengan firman Allah Swt. Dari sanalah lahir ketenangan hati, kesadaran untuk berubah, serta semangat memperbaiki diri. Kami berharap para santri mampu menjadikan Al-Qur'an sebagai sahabat dan pedoman hidup setelah kembali ke masyarakat," tuturnya.
Salah seorang Warga Binaan, AD, mengaku kajian tersebut membantunya memahami makna Al-Qur'an secara lebih mendalam.
"Setiap kajian membuat kami semakin memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an, bukan sekadar membacanya. Kami belajar mengintrospeksi diri dan berusaha menerapkan nilai-nilai yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ilmu ini menjadi bekal ketika kami kembali berkumpul bersama keluarga," ungkapnya.
Kajian tadabbur Al-Qur'an merupakan bagian dari pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kepribadian Warga Binaan. Melalui kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia, Lapas Cipinang terus hadirkan pembinaan keagamaan yang berkesinambungan sebagai bekal Warga Binaan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas I Cipinang
What's Your Reaction?


