Lapas Banjarmasin Fasilitasi Ibadah Warga Binaan Kristiani bersama GMDC

Lapas Banjarmasin Fasilitasi Ibadah Warga Binaan Kristiani bersama GMDC

Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali fasilitasi pembinaan kepribadian melalui ibadah bagi Warga Binaan Kristiani bersama Gereja Masa Depan Cerah (GMDC) di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Kamis (9/7). Kegiatan tersebut diikuti Warga Binaan Kristiani dan Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin.

Ibadah dipimpin Ps. Ohal Fointuna dengan mengangkat tema "Relasi antara Anak dan Bapa" berdasarkan Matius 7:11. Rangkaian kegiatan diawali dengan pujian dan penyembahan, kemudian dilanjutkan penyampaian khotbah yang mengajak Warga Binaan semakin percaya kepada kasih dan pemeliharaan Tuhan.

Dalam khotbahnya, Ps. Ohal Fointuna menyampaikan bahwa kasih Allah sebagai Bapa merupakan kasih yang sempurna. Menurutnya, jika manusia yang penuh kelemahan mampu memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, terlebih lagi Allah yang senantiasa memberikan yang terbaik bagi setiap orang yang datang kepada-Nya dengan iman dan pengharapan.

Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, mengajak Warga Binaan mengamalkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui renungan ini, percayalah pada pemeliharaan Allah Bapa. Hal itu dapat diwujudkan dengan berhenti mencemaskan masa depan secara berlebihan dan fokus melakukan bagian kita dengan sungguh-sungguh," ujarnya.

Salah seorang Warga Binaan, Boby, mengaku memperoleh penguatan melalui ibadah tersebut dan semakin optimistis menatap masa depan.

"Ini adalah bulan terakhir saya di Lapas. Saya yakin Tuhan mendengarkan doa saya dan memberkati segala rencana masa depan saya serta tidak akan pernah memberikan hal yang mencelakakan. Amin," ungkap Boby.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan untuk membangun perubahan perilaku dan memperkuat nilai-nilai spiritual.

"Kegiatan pembinaan kerohanian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Melalui kegiatan ibadah yang rutin, kami berharap nilai-nilai keimanan semakin tertanam sehingga menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri, menjalani kehidupan yang lebih baik, dan siap kembali menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat," ujar Akhmad Herriansyah.

Lapas Banjarmasin secara rutin memfasilitasi pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan sesuai agama dan kepercayaannya sebagai bagian dari pemenuhan hak sekaligus upaya membentuk karakter dan mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0