Bapas Banjarmasin Sosialisasikan dan Bentuk Kelayan Binter di Kelurahan Pemurus Dalam
Banjarmasin, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Banjarmasin terus perkuat pembimbingan kemasyarakatan berbasis masyarakat melalui Sosialisasi dan Pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) di Aula Kelurahan Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin, Selasa (28/7). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi antara Bapas, pemerintah kelurahan, aparat keamanan, serta unsur masyarakat guna mendukung keberhasilan pembimbingan dan reintegrasi sosial Klien pemasyarakatan.
Kepala Bapas Banjarmasin, Nirhono Jatmokoadi, menyampaikan pentingnya partisipasi aktif pemerintah kelurahan, perangkat wilayah, serta masyarakat dalam mendukung tugas dan fungsi Pemasyarakatan. Ia menjelaskan Kelayan Binter merupakan implementasi pembimbingan kemasyarakatan berbasis masyarakat yang mengedepankan sinergi, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam mendampingi Klien agar kembali menjalankan fungsi sosialnya secara optimal.
Nirhono juga menegaskan keberhasilan reintegrasi sosial Klien tidak dapat dicapai hanya oleh Bapas, melainkan memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. "Kelayan Binter merupakan bentuk nyata pembimbingan kemasyarakatan berbasis masyarakat. Kami ingin membangun ekosistem yang mendukung proses perubahan Klien melalui kolaborasi antara Bapas, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh unsur di lingkungan tempat tinggal Klien. Dengan sinergi yang kuat, proses reintegrasi sosial akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak, Fitriyadi Sukma, mengenai tugas dan fungsi Bapas, peran strategis Pembimbing Kemasyarakatan (PK), konsep Kelayan Binter, serta kontribusi pemerintah kelurahan, LPMK, Ketua RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur terkait lainnya dalam mendukung proses pembimbingan, pengawasan, dan reintegrasi sosial Klien pemasyarakatan.
Fitriyadi menjelaskan pembentukan Kelayan Binter menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran masyarakat sebagai mitra Bapas. "PK tidak dapat bekerja sendiri. Kehadiran Kelayan Binter diharapkan menjadi wadah koordinasi dan komunikasi efektif sehingga masyarakat turut berpartisipasi dalam memberikan pembimbingan, pengawasan, dan dukungan moral kepada Klien Pemasyarakatan agar beradaptasi kembali di lingkungan sosialnya," jelasnya.
Sebelumnya, Lurah Pemurus Dalam, Shelleya Dessesta, mengapresiasi inisiasi Bapas Banjarmasin dalam membentuk Kelayan Binter sebagai wadah kolaborasi lintas sektor. “Keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses pembinaan dan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan,“ ucapnya.
Sementara itu, Ketua RW 04 Kelurahan Pemurus Dalam, Muhammad Kamaludin, menyampaikan apresiasinya atas pembentukan Kelayan Binter yang melibatkan masyarakat secara langsung. "Kami menyambut baik program ini karena memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mendukung proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan. Melalui Kelayan Binter, kami berharap tercipta koordinasi yang baik antara warga dan Bapas sehingga Klien diterima kembali dan termotivasi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik," ungkapnya.
Senada, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pemurus Dalam, Rahmadi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dalam mendukung keberhasilan program pembimbingan kemasyarakatan. "Keamanan dan ketertiban lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami siap berkolaborasi dengan Bapas, pemerintah kelurahan, dan masyarakat melalui Kelayan Binter agar proses pembimbingan dan reintegrasi sosial Klien berjalan dengan baik sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis," tuturnya.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan komitmen oleh seluruh unsur yang hadir untuk mendukung pelaksanaan program pembimbingan kemasyarakatan secara terpadu dan berkelanjutan. Melalui pembentukan Kelayan Binter, Bapas Banjarmasin kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembimbingan kemasyarakatan berbasis masyarakat sebagai implementasi Pemasyarakatan modern, humanis, dan kolaboratif. Sinergi yang terbangun diharapkan menciptakan lingkungan inklusif, mendukung keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan, dan memperkuat peran masyarakat dalam mewujudkan tujuan Sistem Pemasyarakatan. (IR)
Kontributor: Bapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


