Bapas Bogor Maksimalkan Pembimbingan Klien Teroris

Share:

Depok, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor yang diwakili oleh Kepala Bapas, Deni Tarmedi, menjadi narasumber kegiatan Pembinaan Keagamaan dan Wawasan Kebangsaan pada Program Deradikalisasi di Luar Lembaga Pemasyaraaktan (Lapas) kepada Mantan Narapidana Kasus Terorisme dan Keluarga. Acara ini berlangsung tangal 18-20 September 2017. Peserta kegiatan ini adalah mantan narapidana kasus terorisme yang berdomisili di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat serta istri beserta anak-anaknya.

“Saat ini Bapas Bogor memiliki empat klien kasus terorisme yang masih aktif menjalani masa pembimbingan. Kami telah memaksimalkan segala sumber daya yang dimiliki, seperti. Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Bogor yang berperan dalam proses pembimbingan sebagai bagian dari program deradikalisasi kepada klien terorisme. Mereka melakukan konseling, menjalin hubungan dan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait, serta melakukan penelitian kemasyarakatan awal bagi warga binaan khususnya yang berada di Lapas Sentul,” terang Deni.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa PK Bapas Bogor memiliki naluri untuk mendengarkan, berbagi, dan bersama memecahkan masalah yang dihadapi oleh klien teroris sebagai langkah konkret dalam mengembalikan rasa percaya diri klien dalam menjalankan kehidupan sosial masyarakat. PK juga memiliki peran dalam proses pemulihan hubungan keagamaan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada klien terorisme tersebut.

“Bapas Bogor melakukan pendekatan personal kepada setiap individu bergantung kepada karakter dan kebutuhan klien karena sebagian besar klien yang baru bebas akan mengalami adaptasi yang cukup signifikan dengan kondisi fisik dan psikologis. Hal ini berpengaruh besar terhadap rasa percaya diri yang dimiliki oleh klien, tidak terkecuali klien kasus terorisme,” urainya.

Kegitan ini sendiri merupakan prakarsa  Direktorat Deradikalisasi pada Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Turut hadir Habib Aboe Bakar Alhabsyi dari Komisi III DPR dan Abu Tholut yang merupakan peneliti dan tokoh agama.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Irfan Idris selaku Direktur Deradikalisasi BNPT yang menegaskan bahwa deradikalisasi adalah program yang bertujuan menetralkan pemikiran-pemikiran bagi mereka yang sudah terkapar dalam radikalisme. Sasarannya adalah para terorisme baik yang ada di dalam lapas maupun yang ada di luar lapas.

“Tujuan program deradikalisasi adalah membersihkan pemikiran-pemikiran radikalisme yang ada pada mereka sehingga bisa kembali menjadi masyarakat biasa sebagaimana masyarakat yang lainnya atau dengan kata lain menetralisir pemikiran radikalisme menjadi tidak radikal lagi,” jelasnya.

 

 

 

Kontributor: Ardi Harsonni

Bapas Bogor Maksimalkan Pembimbingan Klien Teroris | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya