Barbershop Lapas Batulicin Jadi Ruang Asah Keterampilan Warga Binaan
Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin hadirkan layanan barbershop dengan beragam model potongan rambut untuk jaga kerapian dan tunjang penampilan Warga Binaan, Selasa (15/9). Layanan ini bagian dari pembinaan kemandirian yang memberi kesempatan kepada Warga Binaan untuk asah keterampilan memangkas rambut secara langsung.
Barbershop berada di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pujasera Lapas Batulicin dan beroperasi setiap hari pukul 08.00–17.00 WITA. Selain melayani potong rambut Warga Binaan dan petugas Lapas Batulicin, barbershop juga sediakan layanan semir untuk menghitamkan rambut sehingga penampilan tetap terlihat rapi dan terawat.
Beragam model potongan tersedia sesuai kebutuhan, mulai dari buzz cut, crew cut, french crop, undercut, fade cut, hingga ivy league. Pilihan tersebut memberikan ruang bagi pengguna layanan untuk mendapatkan potongan yang tetap rapi sekaligus sesuai dengan gaya yang diinginkan.
Pengelolaan barbershop dipercayakan kepada dua orang Warga Binaan yang bertanggung jawab mulai dari pelayanan potong rambut, menjaga kebersihan area, hingga melakukan pencatatan dan rekapitulasi layanan setiap hari. Keterlibatan tersebut bagian dari proses pembinaan yang tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membentuk tanggung jawab dan kedisiplinan dalam bekerja.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa keberadaan barbershop menjadi sarana untuk penuhi kebutuhan kerapian sekaligus kembangkan keterampilan Warga Binaan. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh melalui praktik langsung dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Barbershop menjadi salah satu sarana pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat secara langsung. Warga Binaan tidak hanya belajar meningkatkan kemahiran memotong rambut, tetapi juga dilatih bertanggung jawab terhadap pelayanan, kebersihan, serta pencatatan kegiatan secara tertib,” ujar Harry.
Salah seorang Warga Binaan, A, mengaku senang dapat kembali mengembangkan kemampuan memangkas rambut yang sebelumnya pernah dimilikinya. Ia berharap pengalaman yang terus diasah selama berada di barbershop dapat menjadi modal untuk membuka usaha setelah bebas.
“Sebelumnya saya memang sudah memiliki kemampuan memotong rambut saat berada di luar. Di sini kemampuan itu terus saya latih dan matangkan, sehingga saya semakin percaya diri dan punya rencana membuka barbershop setelah selesai menjalani pembinaan,” ungkap A.
Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menilai pembinaan kemandirian perlu terus dikembangkan agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk membangun kehidupan setelah kembali ke masyarakat. Ia mendukung pengelolaan barbershop sebagai ruang praktik yang mempertemukan kebutuhan layanan dengan proses pembentukan keterampilan kerja.
“Pembinaan kemandirian harus memberikan bekal yang nyata bagi Warga Binaan. Melalui barbershop, mereka mendapatkan pengalaman bekerja, melayani, dan mengembangkan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi modal untuk menata masa depan secara mandiri dan lebih baik,” tegas Thoha. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


