Belajar Sambil Berkarya, Warga Binaan Lapas Batulicin Praktik Buat Meja Berlapis HPL
Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus kembangkan pembinaan kemandirian melalui praktik keterampilan mebel bagi Warga Binaan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk mengubah pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan menjadi keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung.
Pada Sabtu (22/8), praktik pembuatan meja berlapis High Pressure Laminate (HPL) berlangsung di Balai Latihan Kerja Lapas Batulicin dengan bimbingan instruktur Andi Rahman. Warga Binaan terlihat aktif mengikuti arahan dan mempraktikkan langsung setiap tahapan pembuatan, mulai dari pengukuran, pemotongan, perakitan hingga pemasangan lapisan HPL.
Kegiatan tersebut merupakan praktik kerja hasil kerja sama Lapas Batulicin dengan Yayasan Pemasyarakatan PKBM Mitra Saring. Pola pembelajaran dilakukan dengan menggabungkan pemahaman teknis dan praktik langsung agar peserta tidak hanya mengetahui proses pembuatan mebel, tetapi mampu menghasilkan produk secara mandiri.
Proses pembuatan meja juga menjadi sarana untuk melatih ketelitian, keterampilan menggunakan peralatan, kedisiplinan, dan kemampuan menjaga kualitas hasil pekerjaan. Pengalaman tersebut diharapkan memperkuat kompetensi Warga Binaan sehingga memiliki keterampilan produktif yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pembinaan kemandirian diarahkan agar Warga Binaan memperoleh keterampilan yang nyata dan dapat diterapkan. Ia menilai praktik pembuatan meja berlapis HPL menjadi bentuk pembelajaran produktif yang menghubungkan pengetahuan dengan kemampuan kerja.
“Kami mendorong pembinaan yang menghasilkan keterampilan nyata. Ketika Warga Binaan mampu belajar, mempraktikkan, dan menghasilkan produk, seperti meja berlapis HPL, itu menjadi proses membangun kepercayaan diri dan kemandirian sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat,” tegas Thoha.
Selaku instruktur pelatihan, Andi Rahman mengatakan praktik langsung menjadi tahap penting untuk memastikan peserta memahami teknik mebel sekaligus menerapkannya secara tepat. Menurutnya, proses pembuatan meja berlapis HPL membutuhkan ketelitian sejak pengukuran hingga tahap akhir agar menghasilkan produk yang rapi dan memiliki kualitas.
“Kami tidak hanya mengarahkan Warga Binaan untuk bisa membuat meja, tetapi juga memahami setiap proses kerja dengan benar. Ketelitian dalam pengukuran, pemotongan, perakitan, hingga pemasangan HPL menjadi dasar penting agar mereka menghasilkan produk yang rapi dan keterampilan tersebut terus dikembangkan,” ujar Andi.
Salah seorang Warga Binaan berinisial U antusias mengikuti praktik karena dapat belajar membuat produk mebel secara langsung. Ia menilai setiap tahapan membutuhkan ketelitian dan memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan keterampilan kerja.
“Saya senang karena bisa langsung praktik membuat meja, bukan hanya mendengarkan penjelasan. Dari mengukur, memotong, merakit sampai memasang HPL ternyata membutuhkan ketelitian, dan saya ingin terus belajar agar makin terampil,” ungkap U.
Praktik pembuatan meja berlapis HPL menjadi penguatan pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Lapas Batulicin. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Pemasyarakatan PKBM Mitra Saring, proses belajar diarahkan untuk menghasilkan keterampilan aplikatif, produktif, dan berkelanjutan. (IR)
Kontributor: Lapas Batulcin
What's Your Reaction?


