Lapas Banjarmasin dan PKBM Azzahra Perkuat Pendidikan Warga Binaan melalui Program Kesetaraan
Banjarmasin, INFO_PAS – Kesempatan untuk terus belajar menjadi proses pembinaan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin. Bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Azzahra, digelar program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C di ruang kunjungan Lapas Banjarmasin, Sabtu (22/8).
Pembelajaran dilaksanakan sesuai jenjang pendidikan masing-masing. Pada Paket A, tutor Lisa Andiryani memberikan materi Bahasa Indonesia tentang penggunaan ejaan dan tanda baca yang benar. Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan kemampuan Warga Binaan dalam memahami dan menerapkan kaidah Bahasa Indonesia dalam komunikasi tertulis.
Pada Paket B, tutor Rahmi Utari memberikan pembelajaran Kewirausahaan dengan materi mengenai usaha kecil sebagai bentuk usaha ekonomi produktif yang dapat berdiri sendiri dan dijalankan oleh perorangan maupun badan usaha. Materi ini memberikan pemahaman dasar kepada Warga Binaan mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri.
Sementara itu, peserta Paket C mengikuti pembelajaran Matematika bersama tutor Nor Ifansyah dengan materi perkalian dua bentuk Aljabar. Pembelajaran dilakukan melalui penjelasan konsep dan latihan untuk membantu peserta memahami penerapan operasi aljabar.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan Warga Binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana. “Pendidikan merupakan salah satu bekal penting bagi Warga Binaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan diri. Kami ingin kesempatan belajar tetap terbuka selama mereka menjalani masa pidana sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka memiliki bekal yang lebih baik,” tegasnya.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari, mengatakan program pendidikan kesetaraan menjadi pembinaan yang diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi Warga Binaan. “Pembinaan tidak hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan agar kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat. Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam proses tersebut,” jelasnya.
Perwakilan PKBM Azzahra sekaligus tutor Paket B, Rahmi Utari, menyampaikan pembelajaran bagi Warga Binaan tetap diarahkan agar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dan kehidupan setelah mereka menyelesaikan masa pidana. “Kami berusaha memberikan materi yang tidak hanya bersifat teori, tetapi juga dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran kewirausahaan misalnya, peserta mengenal dasar-dasar usaha kecil yang bisa menjadi salah satu bekal ketika kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Salah seorang Warga Binaan, DY, antusias mengikuti pembelajaran karena mendapatkan kesempatan untuk menambah pengetahuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan. “Kami bisa mendapatkan ilmu baru dan tetap memiliki kegiatan yang positif selama berada di Lapas. Semoga ilmu yang didapat berguna setelah kami kembali ke masyarakat,” harapnya.
Program pendidikan kesetaraan melalui kerja sama Lapas Banjarmasin dan PKBM Azzahra menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk terus mengembangkan potensi diri. Dari kemampuan dasar berbahasa, pemahaman kewirausahaan, hingga penguatan kemampuan matematika, setiap materi menjadi bekal untuk membangun kembali masa depan. Diharapkan, program pembinaan ini memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan untuk memulai kembali kehidupannya. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


