Bengkel Motor Lapas Batulicin Asah Keterampilan Otomotif Warga Binaan

Bengkel Motor Lapas Batulicin Asah Keterampilan Otomotif Warga Binaan

Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus perkuat pembinaan kemandirian melalui bengkel otomotif sebagai sarana tingkatkan kompetensi kerja Warga Binaan di bidang mekanik kendaraan bermotor, Kamis (23/7). Program tersebut jadi bekal bagi Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat.

Pembinaan dilaksanakan di bengkel otomotif di dalam Lapas Batulicin dengan pendampingan petugas. Warga Binaan berkesempatan melakukan servis berkala, perbaikan mesin, penggantian suku cadang, hingga modifikasi ringan sesuai standar pekerjaan bengkel.

Melalui pembelajaran berbasis praktik, Warga Binaan terus asah kemampuan mekanik. Hasil pekerjaan mereka mampu memenuhi kebutuhan perawatan kendaraan di lingkungan Lapas sekaligus menambah pengalaman kerja dan kepercayaan diri peserta pembinaan.

Selain teknik servis sepeda motor, Warga Binaan juga dibekali keterampilan penggantian suku cadang, penyetelan komponen, dekorasi motor, dan perawatan kendaraan.

Petugas Lapas Batulicin, Subhan Abdi, mengatakan bengkel otomotif menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman kerja secara langsung kepada Warga Binaan.

"Pembinaan bengkel motor kami arahkan agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang benar-benar aplikatif. Melalui praktik secara langsung, mereka tidak hanya memahami aspek teknis perbaikan kendaraan, tetapi juga belajar bekerja dengan teliti, bertanggung jawab, dan memberikan pelayanan yang berkualitas," ujar Abdi.

Salah seorang Warga Binaan, A, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti pembinaan bengkel otomotif.

"Saya semakin memahami teknik perbaikan motor karena setiap hari mendapat kesempatan belajar dan praktik secara langsung. Keterampilan ini menjadi modal yang sangat berharga untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat," ungkap A.

Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengatakan pembinaan kemandirian harus mampu hasilkan kompetensi kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

"Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sehingga setiap Warga Binaan memiliki kesempatan mengembangkan kompetensinya. Melalui pembinaan bengkel otomotif, kami ingin melahirkan sumber daya manusia yang terampil, produktif, dan siap berkontribusi secara positif ketika kembali ke tengah masyarakat," tegas Thoha.

Pembinaan bengkel otomotif diharapkan jadi bekal bagi Warga Binaan untuk membuka peluang kerja maupun usaha mandiri setelah kembali ke masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0