Berbasis Budaya Lokal, Lapas Lapas Bandanaira Ajari Warga Binaan Membuat Sirup Pala
Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus dorong program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pengelolaan buah pala menjadi sirup bernilai ekonomi. Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengembangan keterampilan produktif berbasis potensi lokal khas Banda sekaligus mendukung program pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan reintegrasi sosial yang berkelanjutan.
Pada Rabu (13/5), pembuatan sirup pala dikerjakan langsung oleh Warga Binaan dengan bimbingan dari staf pembinaan. Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan diajarkan mulai dari proses pemilihan buah pala berkualitas, pengolahan bahan baku, teknik perebusan dan pencampuran bahan, hingga proses pengemasan produk agar memiliki daya jual di masyarakat.
Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menjelaskan pembuatan sirup pala menjadi penguatan program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di Lapas Bandanaira dalam mendukung pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Sirup pala hasil olahan Warga Binaan dipasarkan dengan harga berkisar antara Rp10.000 hingga Rp25.000 perbotol ukuran 250-350 mililiter untuk kategori produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Sementara itu, produk dengan kualitas premium dan kemasan eksklusif bisa dibanderol lebih tinggi mencapai Rp40.000 sampai Rp50.000 per botol.
“Kami ingin menciptakan pembinaan yang benar-benar berdampak. Produk sirup pala ini memiliki potensi ekonomi yang baik karena Banda dikenal sebagai daerah penghasil pala. Kami berharap hasil karya Warga Binaan dipasarkan lebih luas dan menjadi produk unggulan pembinaan Lapas,” jelas Rustam.
Salah satu Warga Binaan, Emilda, senang dan termotivasi dengan adanya pembuatan sirup pala. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan bermanfaat.
“Saya merasa senang karena diajarkan cara membuat sirup pala sampai siap dijual. Kegiatan seperti ini membuat saya lebih semangat dan memberi harapan untuk bisa memiliki usaha sendiri setelah bebas nanti,” ungkap Emilda.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Bandanaira, Amier Azan, mengatakan program tersebut merupakan salah satu langkah nyata dalam menciptakan pembinaan yang produktif dan bernilai manfaat bagi Warga Binaan. “Pemanfaatan pala sebagai produk olahan merupakan bentuk pembinaan berbasis potensi lokal yang diharapkan memberikan keterampilan usaha bagi Warga Binaan. Selain mengisi kegiatan positif selama menjalani masa pidana, keterampilan ini juga menjadi bekal ekonomi setelah bebas nanti,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Bandanaira berharap pembinaan kemandirian tidak hanya menjadi aktivitas rutin, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus membentuk Warga Binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Bandanaira
What's Your Reaction?


