Kreativitas Warga Binaan Lapas Ambon Hasilkan Meja Minimalis Modern
Ambon, INFO PAS – Tangan kreatif Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali hasilkan meja minimalis modern melalui program pembinaan kemandirian, Jumat (3/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong pemasaran hasil karya Warga Binaan.
Proses pembuatan meja diawali dengan pemilihan kayu olahan yang dipotong sesuai ukuran desain. Selanjutnya, Warga Binaan merakit rangka meja agar kokoh dan presisi, kemudian memasang High Pressure Laminate (HPL) sebagai lapisan akhir sehingga meja tampak lebih rapi, tahan lama, dan mudah dibersihkan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Zulkipli Salampessy, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk kembangkan keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.
"Kami ingin Warga Binaan memiliki bekal keterampilan yang bisa digunakan setelah bebas," tuturnya.
Salah seorang Warga Binaan, S, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti proses pembuatan meja. "Saya merasa bangga bisa menghasilkan karya yang bermanfaat dan bernilai jual," katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk kembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat.
"Kami memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk produktif sekaligus berkontribusi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembinaan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik yang menghasilkan karya yang bernilai," tegas Hendra.
Produk meja minimalis tersebut juga mendapat apresiasi dari pembeli, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Mekky Patty. Menurutnya, hasil karya Warga Binaan memiliki kualitas yang baik.
"Meja yang dihasilkan Warga Binaan sangat rapi dan layak digunakan di rumah," ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas hasil kerja Warga Binaan, hasil penjualan meja disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sedangkan Warga Binaan yang terlibat memperoleh premi sesuai ketentuan. Skema tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap produktivitas mereka selama mengikuti program pembinaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Ambon
What's Your Reaction?


