Buah Pembinaan Konsisten, Lapas Batulicin Panen 80 Kilogram Lele

Buah Pembinaan Konsisten, Lapas Batulicin Panen 80 Kilogram Lele

Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin panen 80 kilogram lele dari kolam budidaya yang dikelola melalui program pembinaan kemandirian, Senin (27/7). Hasil panen ini hasil pembinaan keterampilan yang bekali Warga Binaan dengan kemampuan budidaya perikanan.

Lele yang dipanen telah dibudidayakan selama sekitar 2,5 bulan hingga mencapai ukuran konsumsi yang layak dipasarkan. Selama masa pemeliharaan, Warga Binaan rutin memberi pakan tiga kali sehari, menjaga kualitas air, serta merawat kolam di bawah pendampingan petugas.

Program budidaya lele tidak hanya hasilkan panen, tetapi juga jadi sarana pembelajaran untuk membangun disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan budidaya perikanan. Seluruh proses, mulai dari penebaran benih, pemeliharaan, hingga panen, dilakukan secara terencana agar Warga Binaan memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat.

Hasil penjualan panen akan dimanfaatkan untuk membeli bibit lele baru, memenuhi kebutuhan pakan, serta perawatan kolam. Pola tersebut mendukung keberlanjutan program sehingga pembinaan kemandirian dapat terus berjalan.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, mengatakan keberhasilan panen merupakan hasil pembinaan yang dilaksanakan secara konsisten dengan pendampingan kepada Warga Binaan. Menurutnya, setiap tahapan budidaya menjadi sarana membangun keterampilan teknis sekaligus etos kerja yang disiplin dan bertanggung jawab.

"Panen ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu hasilkan keterampilan yang nyata. Warga Binaan tidak hanya belajar teknik budidaya perikanan, tetapi juga memahami pentingnya disiplin, ketekunan, dan tanggung jawab dalam mengelola usaha yang produktif," ujar Harry.

Salah seorang Warga Binaan, I, mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam proses budidaya hingga panen lele. Menurutnya, pengalaman tersebut beri pengetahuan baru sekaligus tumbuhkan kepercayaan diri untuk mengembangkan usaha perikanan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

"Saya belajar banyak mulai dari cara merawat kolam, mengatur pemberian pakan, hingga memanen lele dengan hasil yang baik. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga dan memotivasi saya untuk memanfaatkan keterampilan ini ketika kembali ke masyarakat," ungkap I.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengatakan hasil panen mencerminkan pembinaan kemandirian yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan Warga Binaan. Menurutnya, hasil penjualan panen yang diputar kembali untuk pembelian bibit dan pakan menunjukkan program tersebut telah berjalan secara produktif dan berkelanjutan.

"Panen lele ini merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten, terarah, dan berkelanjutan. Kami ingin membangun program yang tidak berhenti pada satu kali panen, tetapi terus berputar melalui pemanfaatan hasil untuk pengadaan bibit, pakan, dan perawatan berikutnya, sehingga pembinaan kemandirian di Lapas Batulicin semakin kuat, produktif, dan mampu menjadi bekal nyata bagi Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Thoha. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0