Buka Layanan Jasa Cuci Kendaraan, Lapas Ambon Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Ambon, INFO_PAS – Inovasi pembinaan kemandirian kembali dihadirkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon. Kali ini, Lapas Ambon buka layanan jasa pencucian kendaraan bermotor di halaman depan kantor yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum, Kamis (10/9).
Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan keterampilan kerja bagi Warga Binaan. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan yang terpilih dilatih untuk menguasai teknik pencucian kendaraan, mulai dari penyemprotan awal untuk melunakkan kotoran, pengaplikasian sampo khusus kendaraan, pembersihan bagian bodi dan velg, pengeringan menggunakan lap mikrofiber, hingga pengaplikasian cairan kilap pada bodi dan ban kendaraan.
Setiap layanan pencucian kendaraan yang dikerjakan Warga Binaan tidak hanya berorientasi pada pembinaan kemandirian, tetapi juga dikelola secara akuntabel. Hasil pendapatan dari jasa tersebut nantinya disetorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta diberikan sebagai premi atau upah kerja kepada Warga Binaan yang terlibat sebagai bentuk apresiasi atas keterampilan dan kerja mereka.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, yang memegang kendali langsung atas pengawasan program tersebut, menjelaskan bahwa seluruh Warga Binaan yang dilibatkan dalam layanan cuci kendaraan telah melalui proses seleksi dan pelatihan singkat agar standar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. Ia menilai program ini menjadi sarana pembinaan yang efektif untuk mengasah kedisiplinan kerja Warga Binaan.
“Kami pastikan setiap proses pencucian dikerjakan dengan teliti dan profesional. Kehadiran fasilitas cuci kendaraan ini juga menjadi sarana pembinaan luar tembok yang positif bagi Warga Binaan untuk menguji mental kerja mereka,” ujar Zulkipli Salampessy.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan, DL, mengaku bersyukur dan antusias mendapatkan kesempatan mengikuti program pembinaan keterampilan ini. Ia senang karena hari-harinya diisi dengan kegiatan produktif sekaligus memberikan manfaat ekonomi berupa premi.
“Saya sangat berterima kasih kepada jajaran Lapas Ambon yang telah mempercayakan kami untuk mengelola tempat cuci kendaraan bermotor ini. Selain mendapat keahlian baru, kami juga senang bisa menghasilkan premi dari hasil kerja keras kami sendiri,” tutur DL.
Antusiasme juga dirasakan masyarakat, salah satunya Glen Pattiasina yang datang langsung untuk memanfaatkan jasa pencucian kendaraan di Lapas Ambon. Ia mengaku kagum dengan layanan tersebut karena tidak hanya memberi kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga jadi wadah bagi Warga Binaan untuk belajar mandiri.
“Pelayanannya sangat ramah, cepat, dan hasilnya juga bersih memuaskan. Langkah Lapas Ambon membuka layanan cuci kendaraan untuk umum ini sangat luar biasa karena bisa menjadi wadah positif bagi Warga Binaan untuk belajar mandiri,” ujar Glen Pattiasina.
Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, menyampaikan bahwa pembukaan layanan cuci kendaraan ini merupakan bentuk komitmen Lapas dalam kembangkan pembinaan kemandirian berbasis produktivitas. Ia berharap program ini mampu memberikan keterampilan yang berguna bagi Warga Binaan sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat.
“Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan praktis yang bernilai ekonomi selama menjalani masa pidana. Selain mendukung target PNBP, program ini juga melatih mereka menjadi tenaga kerja yang disiplin dan siap mandiri setelah bebas nanti,” ungkap S. Hendra Budiman.
Melalui layanan pencucian kendaraan bermotor yang terbuka untuk umum ini, Lapas Ambon berharap Warga Binaan dapat semakin terampil dan produktif serta memiliki kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Ambon
What's Your Reaction?


