Cegah Anak Terjebak Judi Online, SANAK BASSAMA Kenalkan Cara Bijak Bermain Game Online
Semarang, INFO_PAS — Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi anak, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan yang perlu diantisipasi sejak dini. Menjawab tantangan tersebut, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang melalui program SANAK BASSAMA atau Sahabat Anak Bapas Kelas I Semarang kembali hadir memberikan edukasi kepada anak melalui SANAK BASSAMA Goes to School di SD Karangturi Semarang, Senin (10/8).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WIB ini mengangkat tema penguatan karakter anak serta penggunaan game online secara sehat, aman, dan bertanggung jawab. Edukasi diberikan dengan pendekatan yang interaktif dan disesuaikan dengan usia peserta didik.
Kepala Bapas Semarang, Totok Budiyanto, menegaskan upaya perlindungan anak perlu dilakukan secara preventif dengan memberikan pemahaman sejak dini mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi di lingkungan digital. “Anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Karena itu, tugas kita bukan sekadar melarang, tetapi memberikan pemahaman agar mereka mampu membedakan mana yang baik dan mana yang berisiko. Edukasi seperti ini merupakan upaya preventif agar anak tidak mudah terpengaruh oleh perilaku negatif di lingkungan digital,” tertangnya,
Menurut Totok, game online dapat menjadi aktivitas positif apabila dilakukan secara proporsional. Namun, anak perlu memahami batasan serta mengenali berbagai bentuk aktivitas yang dapat mengarah pada perilaku berisiko, termasuk paparan terhadap judi online.
“Kita ingin anak-anak tetap bisa bermain dan menikmati teknologi, tetapi dengan kontrol diri. Mereka harus tahu kapan waktunya bermain, kapan waktunya belajar, dan kapan harus berhenti. Yang lebih penting, mereka harus berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang mengarah pada judi atau aktivitas yang tidak sesuai bagi mereka,” tegas Totok.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SD Karangturi Semarang, Widi, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan SANAK BASSAMA yang dinilai memberikan perspektif baru bagi peserta didik. “Mereka tidak hanya belajar tentang karakter, tetapi juga diajak memahami menggunakan teknologi dan game online dengan bijak,” ungkapnya.
Widi menilai kolaborasi antara sekolah dan Bapas menjadi langkah positif dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus memberikan perlindungan kepada anak. “Pendidikan karakter tidak bisa hanya dilakukan di sekolah. Perlu sinergi dengan orang tua dan berbagai pihak. Edukasi tentang game online dan bahaya judi online juga penting karena anak-anak sekarang sangat dekat dengan teknologi,” tambahnya.
ANAK BASSAMA Goes to School dilaksanakan dalam dua sesi yang disesuaikan dengan kelompok usia peserta didik. Pada sesi pertama, peserta didik kelas 1 hingga kelas 3 mengikuti materi “Jadi Anak Hebat” yang disampaikan oleh Wishnu Eka Prubaya selaku Kepala Subseksi Bimbingan Kerja. Anak-anak diajak mengenali karakter anak hebat, antara lain percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang tua dan guru, mampu berteman dengan baik, serta berani melakukan hal-hal positif.
Wishnu menjelaskan pendidikan karakter harus dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan anak dalam kehidupan sehari-hari. “Menjadi anak hebat tidak harus selalu mendapatkan nilai terbaik atau menjadi juara. Anak hebat adalah anak yang mau belajar, menghormati orang tua dan guru, bertanggung jawab, berani mencoba, dan melakukan kebaikan kepada orang lain,” jelasnya.
Wishnu juga mengajak anak-anak untuk mengenali kelebihan dan potensi diri masing-masing. “Setiap anak memiliki kelebihan. Jangan takut mencoba dan jangan mudah menyerah. Mulailah dari hal kecil, seperti disiplin belajar, membantu orang tua, menghargai teman, dan berani berkata jujur,” imbuhnya.
Pada sesi kedua, peserta didik mendapatkan materi “Game Online Seru, Jangan Sampai Terjebak” yang disampaikan oleh Arif Agung Prasetya selaku Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda. Dalam sesi ini, anak-anak diajak memahami bahwa game online bukan sesuatu yang harus selalu dijauhi, namun penggunaan game harus dilakukan dengan batasan dan tanggung jawab.
Arif mengajak peserta didik mengenali kapan aktivitas bermain game masih dalam kategori hiburan yang sehat dan kapan mulai berubah menjadi kebiasaan yang dapat merugikan. “Bermain game boleh, tetapi jangan sampai game yang mengendalikan kita. Anak-anak harus bisa mengatur waktu, tetap belajar, tetap beraktivitas bersama keluarga, dan tidak melupakan kewajibannya,” pesannya.
Lebih lanjut, Arif memberikan pemahaman sederhana mengenai potensi jebakan di dunia game dan lingkungan digital, termasuk aktivitas yang dapat mengarah pada perjudian. “Kalau ada yang mengajak memasang uang dengan harapan mendapatkan uang lebih banyak, atau mengatakan bahwa kita pasti menang kalau ikut bermain, anak-anak harus hati-hati. Jangan ikut-ikutan. Berani berkata ‘tidak’ adalah salah satu cara melindungi diri,” tegasnya.
Arif juga mengingatkan peserta didik untuk tidak mudah memberikan data pribadi maupun mengikuti tautan atau ajakan dari orang yang tidak dikenal. “Jadilah anak yang cerdas bermain. Tidak semua yang terlihat seru di internet itu aman. Kalau menemukan sesuatu yang membuat bingung atau tidak nyaman, segera cerita kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya,” pintanya.
Untuk menjaga suasana pembelajaran tetap menyenangkan, masing-masing sesi diselingi ice breaking yang dipandu oleh Anisa Putri Adji. Peserta didik terlihat antusias mengikuti permainan, menjawab pertanyaan, dan berinteraksi dengan para pemateri.
Kegiatan tersebut turut didukung oleh mahasiswa magang Universitas Negeri Semarang dan Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia. Melalui SANAK BASSAMA Goes to School, Bapas KI Semarang berupaya memperluas ruang edukasi dan pembimbingan kepada anak dengan pendekatan komunikatif, preventif, dan ramah anak. Program ini diharapkan menjadi upaya bersama dalam membangun generasi berkarakter, cerdas menggunakan teknologi, mampu mengendalikan diri, dan memiliki keberanian untuk menolak berbagai ajakan yang berpotensi merugikan. (IR)
Kontributor: Bapas Semarang
What's Your Reaction?


