Cegah Hantavirus, Bapas Banjarmasin Perkuat Sinergi Kesehatan bersama Puskesmas Pemurus Dalam

Cegah Hantavirus, Bapas Banjarmasin Perkuat Sinergi Kesehatan bersama Puskesmas Pemurus Dalam

Banjarmasin, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Banjarmasin terus perkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan responsif terhadap isu kesehatan masyarakat melalui koordinasi dengan Puskesmas Pemurus Dalam Banjarmasin terkait peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan Hantavirus, Rabu (20/5). Langkah ini menjadi mitigasi risiko kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan sekaligus bentuk kesiapsiagaan institusi dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit menular.

Dalam kegiatan tersebut, Bapas Banjarmasin diwakili oleh Kepala Subseksi (Kasubsi) Bimbingan Kerja Klien Dewasa, Nunuk Agus Purwanto, beserta Fahrurrazi selaku Kasubsi Registrasi Klien Dewasa, dan Kepala Urusan Umum, Zakaria. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Puskesmas Pemurus Dalam, dr. Taufiq, beserta jajaran dalam suasana koordinatif dan konstruktif yang menitikberatkan pada penguatan langkah preventif di lingkungan kerja.

Koordinasi yang dilaksanakan membahas berbagai aspek penting terkait Hantavirus, mulai dari pola penularan, gejala klinis, faktor risiko lingkungan, hingga strategi pencegahan yang dapat diterapkan secara efektif di lingkungan perkantoran dan pelayanan publik. Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada pentingnya membangun budaya hidup bersih dan sehat sebagai upaya perlindungan kesehatan bagi petugas dan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Puskesmas Pemurus Dalam turut menyampaikan edukasi awal mengenai pentingnya deteksi dini, pengendalian lingkungan, dan langkah-langkah preventif guna meminimalisir risiko penyebaran Hantavirus. Sebagai tindak lanjut, direncanakan pelaksanaan sosialisasi langsung di Bapas Banjarmasin guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada seluruh jajaran mengenai upaya pencegahan dan penanganan risiko penularan penyakit tersebut.

Nunuk menyampaikan penguatan koordinasi dengan instansi kesehatan merupakan langkah strategis dalam membangun kesiapsiagaan institusi terhadap isu kesehatan lingkungan. Kesehatan lingkungan kerja memiliki pengaruh besar terhadap kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan secara optimal.

“Koordinasi ini merupakan komitmen kami dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan aman. Pencegahan harus dimulai dari penguatan pemahaman dan kesadaran bersama agar seluruh petugas memiliki kesiapsiagaan terhadap potensi risiko penularan penyakit,” tegas Nunuk.

Sementara itu, Fahrurrazi menilai sinergi antara Pemasyarakatan dan instansi kesehatan menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah mitigasi risiko kesehatan secara berkelanjutan. “Koordinasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan informasi kesehatan tersampaikan secara tepat dan menyeluruh. Dengan adanya edukasi dan sosialisasi yang baik, upaya pencegahan dilakukan lebih efektif dan terarah,” jelasnya.

Senada, Zakaria menyampaikan kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja harus menjadi budaya yang dibangun secara bersama-sama. “Lingkungan kerja yang sehat merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan kualitas pelayanan publik. Karena itu, langkah antisipatif seperti koordinasi dengan pihak kesehatan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Selaku Kepala Puskesmas Pemurus Dalam, dr. Taufiq menyampaikan apresiasi terhadap langkah proaktif yang dilakukan Bapas Banjarmasin dalam membangun koordinasi terkait kewaspadaan terhadap Hantavirus. “Pencegahan penyakit menular memerlukan sinergi dan kesadaran bersama, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat di lingkungan kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan edukasi kesehatan memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi penyebaran penyakit. “Melalui sosialisasi dan edukasi yang tepat, kami berharap seluruh petugas memahami langkah-langkah pencegahan secara baik sehingga potensi risiko penularan dapat diminimalisir,” harap dr. Taufiq.

Terpisah, Kepala Bapas Banjarmasin, Nirhono Jatmokoadi, menegaskan kesiapsiagaan terhadap isu kesehatan harus menjadi perhatian seluruh jajaran Pemasyarakatan sebagai penguatan tata kelola institusi yang profesional dan adaptif. “Pemasyarakatan tidak hanya dituntut memberikan pelayanan yang profesional, tetapi juga harus mampu membangun lingkungan kerja yang sehat dan responsif terhadap berbagai potensi risiko kesehatan. Oleh karena itu, langkah koordinatif dan preventif seperti ini menjadi sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan seluruh jajaran,” tegasnya.

Nirhono menambahkan edukasi kesehatan dan penguatan budaya hidup bersih menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan lingkungan kerja yang lebih baik. “Kami berharap melalui sinergi bersama instansi kesehatan, seluruh petugas memiliki pemahaman dan kesadaran yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari,” harapnya.

Melalui langkah preventif dan penguatan sinergi lintas sektor tersebut, Bapas Banjarmasin terus berupaya menghadirkan tata kelola Pemasyarakatan yang profesional, humanis, serta berorientasi pada perlindungan kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja sebagai peningkatan kualitas pelayanan publik berkelanjutan. (IR)

 

 

Kontributor: Bapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0