Dari Balik Jeruji Menuju Cahaya Al-Qur’an, 31 Warga Binaan Lapas Cibinong Raih Wisuda Tahfiz

Dari Balik Jeruji Menuju Cahaya Al-Qur’an, 31 Warga Binaan Lapas Cibinong Raih Wisuda Tahfiz

Cibinong, INFO_PAS – Program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali tunjukkan hasil membanggakan. Sebanyak 31 Warga Binaan berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan diwisuda sebagai Santri Tahfiz dan Santri Terbaik dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H di Masjid At-Taubah Lapas Cibinong, Kamis (18/6).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran struktural Lapas Cibinong, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bogor dan Pondok Pesantren Manba’ Hidayatul, serta keluarga para wisudawan yang turut menjadi saksi atas capaian spiritual para Warga Binaan. Momentum wisuda ini menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan para Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan kerohanian Islam selama menjalani masa pidana. Keberhasilan menghafal Al-Qur’an tersebut sekaligus menunjukkan proses pembinaan kepribadian di Lapas Cibinong berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan memberikan perubahan positif bagi para Warga Binaan.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik,Yoseph Jhon Ferry  menyampaikan apresiasi atas capaian para wisudawan yang telah menunjukkan komitmen dan ketekunan dalam mempelajari Al-Qur’an. “Wisuda Tahfiz ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata  pembinaan keagamaan mampu menjadi sarana perubahan diri bagi Warga Binaan. Kami berharap nilai-nilai Al-Qur’an yang telah dipelajari menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, baik selama menjalani pembinaan maupun ketika kembali ke tengah masyarakat,” harapnya.

Selanjutnya, KH Ferdy Husaini dari Pondok Pesantren Manba’ Hidayatul dalam tausiahnya mengajak para wisudawan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana muhasabah dan hijrah menuju pribadi yang lebih baik. “Hijrah yang sesungguhnya adalah berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih dekat dengan Allah Swt. Semoga para santri yang hari ini diwisuda menjaga hafalannya dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Suasana haru menyelimuti kegiatan saat berlangsung prosesi pembasuhan kaki orang tua oleh para wisudawan yang dihadiri langsung oleh keluarga mereka. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan, bakti kepada orang tua, serta ungkapan penyesalan atas kesalahan di masa lalu dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.

Salah seorang wisudawan berinisial MJ mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian yang berhasil diraih. Menurutnya, program pembinaan keagamaan yang dijalani selama berada di Lapas telah memberikan banyak pelajaran berharga dan mengubah cara pandangnya dalam menjalani kehidupan.

Alhamdulillah, saya tidak pernah menyangka bisa sampai pada tahap ini. Melalui pembinaan di Lapas, saya belajar lebih dekat dengan Al-Qur’an dan memperbaiki diri. Kehadiran keluarga hari ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Saya berharap menjaga hafalan yang telah saya capai dan menjadikannya pedoman dalam menjalani kehidupan ke depan,” ungkap MJ.

Melalui Wisuda Tahfiz Al-Qur’an dan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, Lapas Cibinong terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga penguatan spiritual dan pembentukan karakter. Kegiatan ini sejalan dengan upaya mewujudkan Warga Binaan yang lebih bertakwa, berakhlak baik, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Cibinong

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0