Sanak Bassama Hadir di Hari Anak Nasional, Bapas Semarang Edukasi Generasi Muda

Sanak Bassama Hadir di Hari Anak Nasional, Bapas Semarang Edukasi Generasi Muda

Semarang, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang berpartisipasi dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Aula SMA Negeri 4 Semarang, Selasa (4/8). Melalui program Sahabat Anak Bapas Kelas I Semarang (Sanak Bassama), Bapas Semarang hadirkan edukasi hukum dan penguatan karakter bagi generasi muda melalui kegiatan Hero on Class.

Kegiatan dihadiri Kepala Bapas Semarang Totok Budiyanto, Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak Tri Riswanto, Kepala Subseksi Registrasi Bimbingan Klien Anak Atiq Joni W., Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya Falikha Ardhyani Z., Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda Arif Agung Prasetya, serta mahasiswa magang dari UIN Walisongo, UMS, Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas). Hadir pula perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, PT Indonesia Power, Gojek Indonesia, MR.DIY Indonesia, serta tamu undangan lainnya.

Sekitar 500 peserta yang terdiri atas siswa SD, SMP, dan SMA dari berbagai daerah di Jawa Tengah ikuti rangkaian kegiatan yang diawali penampilan Tari Saman, kemudian dilanjutkan talkshow bertema perlindungan anak.

Usai talkshow, Bapas Semarang menggelar Hero on Class sebagai bagian dari program Sanak Bassama. Kepala Bapas Semarang mengatakan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

"Melalui Sanak Bassama, Bapas Semarang ingin hadir lebih dekat dengan anak-anak sebagai sahabat yang memberikan edukasi, motivasi, dan pemahaman hukum. Kami berharap adik-adik menjadi generasi yang berkarakter, menjauhi kenakalan remaja, serta mampu meraih cita-cita tanpa harus berhadapan dengan hukum," tegas Totok Budiyanto.

Dalam sesi tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya Bapas Semarang, Falikha Ardhyani Z., menyampaikan materi mengenai Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan pencegahan kenakalan remaja. Ia menjelaskan berbagai faktor yang dapat menyebabkan anak berhadapan dengan hukum, mulai dari pengaruh lingkungan, penyalahgunaan media sosial, hingga pergaulan yang negatif.

"Tidak ada anak yang bercita-cita menjadi Anak yang Berhadapan dengan Hukum. Karena itu, pilihlah lingkungan pergaulan yang baik, gunakan media sosial secara bijak, berani menolak ajakan negatif, dan jangan ragu meminta bantuan kepada orang tua maupun guru ketika menghadapi suatu permasalahan," jelasnya.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah penuhi hak-hak anak melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Sementara itu, Kombes Pol. Nunuk dari Subdirektorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Jawa Tengah mengajak peserta berani menolak kekerasan, perundungan, penyalahgunaan narkoba, serta perilaku menyimpang lainnya.

Perwakilan Forum Anak Jawa Tengah, Emir Luqman Amanullah, juga memaparkan hasil survei terhadap sekitar 7.000 anak di Jawa Tengah yang menghasilkan sembilan poin aspirasi kepada pemerintah. Menurutnya, suara anak perlu menjadi pertimbangan dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan masa depan mereka.

Melalui keikutsertaan dalam Puncak Hari Anak Nasional Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Bapas Semarang memperkuat komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun lingkungan yang aman, ramah anak, serta mendukung lahirnya generasi yang berkarakter dan sadar hukum. (afn)

 

Kontributor: Humas Bapas Semarang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0