Dari Dapur Lapas, UMKM Kuliner Warga Binaan Banjarmasin Berjalan Produktif
Banjarmasin, INFO_PAS - Program kemandirian Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus tunjukkan geliat positif. Salah satunya terlihat dari UMKM kuliner yang aktif berproduksi setiap hari, termasuk pada Minggu (25/1), sebagai bagian dari pembinaan produktif yang berorientasi pada kemandirian ekonomi.
UMKM kuliner ini secara konsisten mengolah dan menyajikan beragam menu, mulai dari masakan khas Banjar hingga menu rumahan yang diminati. Menu yang diproduksi antara lain masak habang khas Banjar, bistik, masak karih, ayam goreng tepung, telur dadar, mi goreng, nasi goreng, hingga mi kuah.
Kegiatan usaha dikelola oleh lima orang Warga Binaan dengan pembagian peran yang jelas, meliputi koordinator, koki, kasir, dan pelayan. Skema kerja ini diterapkan untuk memastikan operasional usaha berjalan tertib, efektif, dan berkelanjutan, sekaligus melatih tanggung jawab serta manajemen kerja tim.
Dari sisi produksi, skala usaha yang dijalankan tergolong nyata. Dalam satu periode produksi, UMKM kuliner Warga Binaan mampu mengolah hingga lima ekor ayam, tiga kilogram mi merah, tiga rak telur, serta 20 kilogram beras sebagai bahan utama menu yang dipasarkan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa produksi yang berjalan setiap hari mencerminkan kesiapan Warga Binaan dalam mengelola usaha secara mandiri.
“UMKM kuliner ini sudah berproduksi setiap hari. Warga Binaan tidak hanya memasak, tetapi juga mengelola usaha secara langsung, mulai dari pengadaan bahan, proses produksi, hingga pelayanan. Ini menjadi bekal riil bagi mereka untuk mandiri,” ujarnya.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian berbasis UMKM diarahkan agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang benar-benar aplikatif saat kembali ke masyarakat.
“Kami mendorong pembinaan yang berkelanjutan dan produktif. UMKM kuliner yang berjalan setiap hari ini menjadi bukti bahwa Warga Binaan mampu berdaya dan menghasilkan karya yang bernilai ekonomi,” tegasnya.
Koordinator UMKM kuliner, Warga Binaan inisial KA turut menyampaikan harapannya terhadap keberlangsungan usaha yang dijalankan bersama rekan-rekannya.
“Kami berharap semakin banyak Warga Binaan yang membeli produk kami. Kegiatan ini juga menjadi bekal bagi kami, sehingga ketika nanti bebas, kami bisa membuka usaha kuliner sendiri,” ungkapnya.
Dengan UMKM kuliner yang terus beroperasi setiap hari, Lapas Banjarmasin menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan kemandirian yang konkret. Dari dapur yang terus menyala, Warga Binaan belajar bekerja, berproduksi, dan menata masa depan secara bertahap. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


