Dari FABA Jadi Produk Konstruksi, TV One dan TVRI Kunjungi Jawara Beton Lapas Tangerang

Dari FABA Jadi Produk Konstruksi, TV One dan TVRI Kunjungi Jawara Beton Lapas Tangerang

Tangerang, INFO_PAS – Keterampilan Warga Binaan olah material sisa pembakaran batu bara jadi produk konstruksi siap digunakan berhasil raih perhatian media massa. Rabu (16/9), TV One dan TVRI lakukan peliputan program Jawara Beton di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang. Kedua media nasional itu melihat langsung proses produksi yang melibatkan 72 Warga Binaan sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kemandirian.

Peliputan berlangsung dengan meninjau area produksi Jawara Beton, tempat Warga Binaan menjalankan berbagai tahapan pekerjaan. Awak media melihat proses pengolahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA), pencetakan produk, hingga hasil produksi yang siap dimanfaatkan. Proses tersebut meliputi pengenalan bahan dan peralatan, tahapan produksi, hingga pemeriksaan hasil sesuai standar yang ditetapkan.

Dalam kegiatan kerja tersebut, Warga Binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan melalui pekerjaan nyata. Mereka juga mendapatkan premi atas hasil produksi serta perlindungan sosial melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Jawara Beton merupakan program pembinaan kemandirian Lapas Tangerang yang memanfaatkan FABA dari PLTU sebagai salah satu bahan baku produk konstruksi. Material tersebut diolah menjadi berbagai produk, di antaranya paving block, bataton press, roster, pagar panel, dan modul rumah. Sejumlah hasil produksi telah dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan di luar Lapas, termasuk kawasan perumahan dan rumah bagi Aparatur Sipil Negara.

Untuk melihat pemanfaatan produk secara langsung, awak media kemudian tinjau rumah contoh tipe 36 plus yang dibangun menggunakan panel Rumah Instan Hemat Aman (Risham) serta Bataton hasil karya Warga Binaan. Rumah tersebut tunjukkan pemanfaatan produk Jawara Beton dalam kebutuhan pembangunan.

Kepala Lapas Tangerang, Beni Hidayat, mengatakan kegiatan kerja di Jawara Beton dirancang agar Warga Binaan mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.

“Di Jawara Beton, mereka tidak hanya belajar menghasilkan sebuah produk, tetapi juga belajar bagaimana bekerja dengan target, menggunakan peralatan, menjaga kualitas, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Hasil kerja mereka juga dihargai melalui pemberian premi, sementara perlindungan sosial diberikan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Jadi, ada keterampilan, pengalaman kerja, penghargaan, sekaligus perlindungan yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan ini,” ujar Beni.

Hal serupa dirasakan AN, salah seorang Warga Binaan yang mengikuti kegiatan Jawara Beton. Menurutnya, keterlibatan dalam proses produksi membuat dirinya memahami tahapan pembuatan produk dan pentingnya ketelitian dalam bekerja.

“Di sini saya jadi tahu bagaimana proses membuat produk dari awal sampai selesai. Kami belajar bekerja lebih teliti dan bertanggung jawab. Yang paling berkesan, hasil pekerjaan kami juga dihargai melalui premi dan kami mendapat perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya menambah keterampilan, tetapi juga menjadi bekal untuk bekerja dan hidup mandiri ketika kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Melalui Jawara Beton, Lapas Tangerang kembangkan kegiatan kerja sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Selain menghasilkan produk konstruksi, program tersebut memberikan Warga Binaan pengalaman kerja yang dilengkapi penghargaan atas hasil produksi dan perlindungan sosial. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas I Tangerang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0