Dari Kebun SAE untuk Kemandirian, Rutan Pelaihari Kembali Panen 28 Ikat Sawi Segar

Dari Kebun SAE untuk Kemandirian, Rutan Pelaihari Kembali Panen 28 Ikat Sawi Segar

Pelaihari, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari kembali panen 28 ikat sawi segar dari Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (21/7). Hasil panen tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang diikuti Warga Binaan dengan pendampingan dan pengawasan petugas.

Panen kali ini jadi hasil pembinaan kemandirian yang tidak hanya berfokus pada pemberian keterampilan bertani, tetapi juga pembentukan budaya kerja yang produktif dan berkelanjutan. Sawi yang dipanen selanjutnya dipasarkan sebagai dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan di Lapas dan Rutan.

Usai panen, Warga Binaan bersama petugas lanjutkan perawatan kebun dengan menyiram tanaman, membersihkan gulma, dan merawat sawi yang masih dalam masa pertumbuhan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas tanaman sekaligus memastikan panen berikutnya tetap berjalan.

Petugas Pembina Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, mengatakan keberlanjutan menjadi kunci utama dalam program pembinaan di Kebun SAE. Menurutnya, setiap panen harus diikuti dengan perawatan dan penanaman berikutnya agar proses belajar Warga Binaan berlangsung secara berkesinambungan.

"Kami ingin Warga Binaan memahami bahwa pertanian adalah proses yang terus berjalan. Hari ini mereka memanen hasil yang sudah siap, tetapi pada saat yang sama mereka juga bertanggung jawab merawat tanaman yang akan dipanen beberapa hari ke depan. Dari pola seperti inilah mereka belajar tentang konsistensi, tanggung jawab, dan pentingnya menjaga keberlanjutan produksi," ujar Ridho.

Salah seorang Warga Binaan peserta pembinaan, Putra, mengatakan kegiatan di Kebun SAE mengajarkannya bahwa bertani bukan hanya tentang menikmati hasil panen, tetapi juga menjaga proses agar terus berlanjut.

"Bertani mengajarkan saya untuk tidak terburu-buru. Semua ada prosesnya, mulai dari menanam, merawat, sampai akhirnya panen. Hari ini kami memanen, tetapi kami juga tetap merawat tanaman yang belum siap dipanen. Dari situ saya belajar bahwa pekerjaan harus diselesaikan dengan penuh tanggung jawab, bukan hanya ketika hasilnya sudah terlihat," kata Putra.

Rutan Pelaihari hadirkan pembelajaran berbasis praktik melalui berbagai pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Selain hasil panen yang bernilai ekonomi, program ini juga bekali Warga Binaan dengan keterampilan dan etos kerja sebagai modal saat kembali ke masyarakat setelah selesai jalani masa pidana. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Pelaihari

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0