Dari Lahan Tandus Jadi 10 Ton Jagung, Pemasyarakatan NTT Buktikan Pembinaan Warga Binaan Berdampak Nyata
Kupang, INFO_PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Nusa Tenggara Timur bersama PT SMJ sukses panen raya jagung di kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIA Kupang, Jumat (22/05). Keberhasilan panen raya ini bukan sekadar hasil pertanian, melainkan proses pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Achjar, menegaskan lahan karang yang sebelumnya tandus seluas kurang lebih dua hektare berhasil disulap menjadi lahan produktif melalui kolaborasi bersama PT SMJ. Dari 28 kilogram benih jagung yang ditanam, berhasil dipanen sekitar 10 ton jagung.
“Di atas lahan seluas kurang lebih dua hektare, dengan 28 kg benih yang ditanam., hari ini berhasil dipanen sekitar 10 ton jagung. Ini bukan hanya keberhasilan pertanian, tetapi bentuk dukungan kami terhadap kemandirian pangan,” ujar Ketut.
Ia menambahkan seluruh proses pengelolaan kebun jagung tersebut dikerjakan langsung oleh Warga Binaan Lapas Kupang sebagai program pembinaan kemandirian. Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan pertanian, disiplin kerja, serta pengalaman lapangan agar ketika kembali ke tengah masyarakat nantinya mereka telah memiliki kemampuan untuk mandiri dan produktif.
“Pemasyarakatan hari ini bukan hanya tentang menjalani hukuman, tetapi bagaimana negara hadir membina dan mempersiapkan Warga Binaan agar siap kembali menjadi bagian dari masyarakat,” tambah Ketut.
Sebelumnya, kegiatan diawali dengan pemaparan Direktur PT SMJ, Silvester Sudin. Ia menjelaskan kerja sama dalam program SAE ini sejalan dengan prinsip 5P yang menjadi dasar pemberdayaan perusahaan di Nusa Tenggara Timur, yakni pemberdayaan, pelatihan, pendampingan, pengembangan, dan profil.
“Kerja sama ini adalah bukti nyata dari prinsip 5P di mana kami fokus pada pemberdayaan yang saling menguntungkan serta memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar Warga Binaan memiliki keterampilan berdampak nyata,” tutur Silvester.
Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan Anggota DPD RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur, Abraham Lianto. Ia menilai keberhasilan mengubah lahan berbatu menjadi kebun produktif dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Nusa Tenggara Timur yang memiliki banyak lahan tidur dengan karakter tanah serupa.
“Saya kira ini bisa menjadi contoh buat Nusa Tenggara Timur karena daerah kita memiliki banyak lahan tidur dengan kontur tanah berbatu yang hari ini terbukti bisa disulap melalui kolaborasi. Dari kegiatan ini, kita bisa mengambil makna penting di tengah isu El Nino dan situasi geopolitik yang memicu kenaikan harga-harga di mana jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif saat musim kelaparan,” ungkap Abraham.
Kegiatan ini menjadi dukungan Pemasyarakatan terhadap program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Keberhasilan panen raya ini menjadi gambaran pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pada pembangunan kualitas manusia.
Melalui sinergi antara Pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan pihak swasta, program ketahanan pangan diharapkan terus berlanjut sekaligus menjadi bekal kehidupan baru bagi Warga Binaan setelah bebas nantinya. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas NTT
What's Your Reaction?


