Dari Pinggiran Sungai Jadi Karya Bernilai, ABH Amuntai Tempa Masa Depan lewat Ilung

Dari Pinggiran Sungai Jadi Karya Bernilai, ABH Amuntai Tempa Masa Depan lewat Ilung

Amuntai, INFO_PAS – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Amuntai konsisten bina Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) melalui program pembimbingan dan pengawasan pelatihan kerja.  Selasa (14/4), ABH dilatih mengolah tanaman ilung menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi di Galeri Ilung Amuntai.

PK Bapas Amuntai, Faizal Nugroho Prasetyo, hadir langsung untuk memastikan pelatihan berjalan optimal sekaligus memberikan penguatan mental dan motivasi kepada ABH. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter serta perubahan pola pikir ke arah yang lebih positif.

“Belajarlah dari ilung, tanaman yang hidup di pinggiran sungai yang kotor, tetapi dapat menjadi barang bernilai tinggi jika diolah dengan sabar dan ulet. Begitu juga anak, masa lalu bukan penentu masa depan,” ujar Faizal.

Salah satu ABH, ALD, mengaku termotivasi dengan pembinaan tersebut. “Saya jadi lebih semangat belajar. Ternyata dari hal sederhana seperti ilung bisa menjadi sesuatu yang bagus dan bernilai. Saya ingin belajar dengan sungguh-sungguh agar memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Pemilik Galeri Ilung Amuntai, Supianoor, menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan ruang bagi ABH untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kedisiplinan.

“Kami sangat mendukung kegiatan pembimbingan dari Bapas Amuntai. Anak-anak ini memiliki potensi besar, hanya perlu diarahkan dan diberikan kesempatan. Di sini mereka belajar keterampilan sekaligus disiplin,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Klien Anak sekaligus Pelaksana Harian Kepala Bapas Amuntai, Naily Wardani, menegaskan pentingnya sinergi dalam proses pembinaan.

“Program ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi ABH. Kami ingin memastikan mereka tidak hanya menjalani kewajiban, tetapi juga memperoleh bekal nyata untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, keterampilan ABH dalam mengolah ilung meningkat, disertai tumbuhnya rasa percaya diri dan tanggung jawab. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara Bapas Amuntai dan masyarakat dalam mendukung proses reintegrasi sosial ABH. (afn)

 

Kontributor: Humas Bapas Amuntai

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0