Daun Kering Jadi Karya Estetik, Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Asah Kreativitas
Malang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang dorong pengembangan kreativitas Warga Binaan melalui berbagai program pembinaan kemandirian. Salah satunya melalui pembuatan kerajinan tangan dari daun kering yang diolah menjadi berbagai karya seni estetik, seperti hiasan dinding, dekorasi kaca, dan aneka kerajinan bernilai ekonomi lainnya, Selasa (10/6).
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan memanfaatkan daun-daun yang telah melalui proses pengeringan dan pengawetan untuk kemudian disusun dengan berbagai teknik kreatif. Berbekal ketelatenan dan imajinasi, daun yang semula dianggap tidak memiliki nilai guna disulap menjadi karya seni yang unik, menarik, dan memiliki daya jual. Selain melatih keterampilan, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya pemanfaatan bahan alami yang ramah lingkungan.
Proses pembuatan kerajinan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemilihan daun, pengeringan, penyusunan pola, hingga tahap akhir penyelesaian. Setiap karya yang dihasilkan memiliki karakteristik tersendiri karena mengandalkan bentuk dan warna alami daun sebagai unsur utama keindahannya. Hasil karya tersebut tidak hanya menjadi sarana ekspresi kreativitas, tetapi juga berpotensi menjadi produk unggulan pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Malang.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Malang, Vevi Abidianawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya pengembangkan keterampilan Warga Binaan melalui pemanfaatan bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
"Kami terus berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan yang kreatif dan produktif. Melalui kerajinan dari daun kering ini, Warga Binaan belajar mengasah ketelitian, kesabaran, dan kreativitas. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat serta memiliki nilai ekonomi ketika mereka kembali ke masyarakat," ujar Vevi.
Sementara itu, salah seorang Warga Binaan, V, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, proses mengolah daun kering menjadi karya seni memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi sarana untuk menyalurkan kreativitas.
"Awalnya saya tidak menyangka daun kering bisa menjadi hiasan yang indah. Dari kegiatan ini saya belajar banyak tentang kesabaran dan ketelitian. Saya merasa bangga ketika melihat hasil karya yang kami buat dapat menjadi pajangan yang cantik dan bernilai," ungkap Vience.
Kerajinan tangan dari daun kering jadi bukti bahwa kreativitas dapat tumbuh di mana saja dan dari mana saja, termasuk di dalam Lapas dari bahan sederhana. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Malang
What's Your Reaction?


