Di Balik Kolam Sederhana, Lapas Batulicin Panen 100 Kilogram Lele
Batulicin, INFO PAS – Program ketahanan pangan yang dikembangkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Batulicin kembali membuahkan hasil melalui panen ikan lele sebanyak 100 kilogram, Kamis (18/6). Hasil panen tersebut berasal dari dua kolam sederhana di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Batulicin.
Lele yang dipanen memiliki ukuran yang cukup baik untuk standar budidaya dan telah memasuki usia panen sekitar dua bulan. Keberhasilan ini menjadi bukti program pembinaan kemandirian yang dipadukan dengan pengembangan ketahanan pangan berjalan produktif dan berkelanjutan.
Budidaya dilakukan dengan melibatkan Warga Binaan yang secara aktif mengikuti setiap tahapan pemeliharaan, mulai dari penebaran benih, pemberian pakan, pemantauan kualitas air, hingga masa panen. Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan budidaya perikanan, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, ketekunan, dan kerja sama.
Seluruh hasil panen lele kemudian didistribusikan ke Dapur Sehat Lapas Batulicin untuk mendukung penyediaan bahan pangan bagi Warga Binaan. Sebagian hasil panen lainnya juga dimanfaatkan oleh Kantin Pujasera Lapas Batulicin sebagai bahan konsumsi yang dapat dinikmati Warga Binaan melalui layanan kantin yang tersedia.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menyampaikan keberhasilan panen lele merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan terarah. Setiap hasil panen menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan dan institusi.
"Panen 100 kilogram lele ini menunjukkan kerja keras, kedisiplinan, dan pendampingan berkelanjutan mampu menghasilkan capaian membanggakan. Kami akan terus mendorong pengembangan budidaya perikanan sebagai sarana pembelajaran sekaligus dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan," tegas Harry.
Salah satu Warga Binaan berinisial H bangga dapat terlibat dalam proses budidaya hingga masa panen. Pengalaman tersebut memberikan pengetahuan baru yang berharga dan menumbuhkan semangat untuk terus belajar selama menjalani masa pembinaan.
"Melihat hasil panen seperti ini memberikan kepuasan tersendiri karena kami ikut merawatnya sejak awal. Budidaya lele mengajarkan kami tentang kesabaran, tanggung jawab, dan pentingnya menjaga konsistensi agar mendapatkan hasil yang baik," ujar H.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan budidaya lele merupakan komitmen dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan. Ke depan, program tersebut akan terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih besar dan berkontribusi terhadap terwujudnya ketahanan pangan yang makin maju.
"Panen ini membuktikan SAE yang sederhana dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai apabila dikelola dengan sungguh-sungguh. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat program ketahanan pangan sebagai dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan bermanfaat untuk masa depan," ujar Thoha.
Melalui keberhasilan panen lele ini, Lapas Batulicin terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program pembinaan produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Semangat untuk membangun ketahanan pangan diharapkan menjadi bekal berharga bagi Warga Binaan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


