Di Balik Tembok Lapas Banjarmasin, Warga Binaan Sulap Galon Bekas Jadi Media Tanam Kangkung
Banjarmasin, INFO_PAS – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, kreativitas dan semangat perubahan terus tumbuh. Warga Binaan manfaatkan galon air mineral bekas sebagai media tanam kangkung dalam kegiatan pembinaan pertanian di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Selasa (17/3). Inovasi sederhana ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk dorong praktik pertanian yang ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan mengolah galon bekas menjadi wadah tanam yang kemudian diisi media tanah dan bibit kangkung. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan bercocok tanam, tetapi juga menanamkan kesadaran untuk memanfaatkan kembali barang bekas agar memiliki nilai guna yang lebih bermanfaat.
Kegiatan pembinaan ini didampingi oleh Plh. Kepala Subseksi Sarana Kerja Lapas Banjarmasin, Muhammad Isnandar, bersama Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, serta staf Seksi Kegiatan Kerja yang memberikan arahan dan pendampingan kepada Warga Binaan selama proses pembuatan media tanam hingga penanaman bibit.
Salah seorang Warga Binaan yang terlibat, Saipul Mahfuz, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru sekaligus menambah pengetahuan di bidang pertanian.
“Kami belajar bagaimana memanfaatkan barang bekas seperti galon air mineral menjadi media tanam. Selain menanam kangkung, kami juga belajar lebih peduli terhadap lingkungan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Muhammad Isnandar menyampaikan bahwa pemanfaatan galon bekas menjadi media tanam merupakan salah satu inovasi sederhana dalam pembinaan pertanian di Lapas.
“Melalui kegiatan ini Warga Binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga diajak berpikir kreatif memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai agar bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelasnya.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menambahkan bahwa pembinaan pertanian terus dikembangkan sebagai sarana untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis.
“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk aktif dalam kegiatan pertanian. Selain memberikan keterampilan, kegiatan ini juga menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dalam proses Pemasyarakatan.
“Pembinaan seperti ini diharapkan mampu memberikan keterampilan dan pengalaman bagi Warga Binaan. Bekal tersebut nantinya dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.
pemanfaatan galon bekas sebagai media tanam kangkung ini merupakan bentuk pembinaan produktif, inovatif, dan berorientasi pada kemandirian Warga Binaan yang dijalankan Lapas Banjarmasin. Dari barang sederhana yang sebelumnya terabaikan, kini tumbuh harapan baru bagi masa depan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


