Dinimati Konsumen, Lapas Banjarmasin Penuhi Pesanan 30 Kotak Tisu Batok Kelapa

Dinimati Konsumen, Lapas Banjarmasin Penuhi Pesanan 30 Kotak Tisu Batok Kelapa

Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin penuhi pesanan 30 kotak tisu berbahan batok kelapa karya Warga Binaan, Selasa (21/7). Kegiatan ini jadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus tunjukkan produk UMKM Lapas dapat kepercayaan konsumen.

Proses produksi dilaksanakan di area depan Gedung Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Banjarmasin dengan pendampingan petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja). Warga Binaan dibagi ke dalam beberapa tahapan pekerjaan sesuai keterampilan masing-masing, mulai dari pemotongan batok kelapa, pengamplasan, pembentukan dan pemasangan komponen, hingga tahap finishing. Pembagian tugas tersebut bertujuan tingkatkan efektivitas produksi sekaligus latih keterampilan teknis dan kerja sama.

Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, mengatakan pemenuhan pesanan konsumen menjadi bukti produk hasil karya Warga Binaan mampu bersaing dan mendapat kepercayaan masyarakat.

"Pesanan sebanyak 30 kotak tisu ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk hasil pembinaan. Selain melatih keterampilan Warga Binaan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman nyata dalam memenuhi permintaan pasar dengan mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu," ujar Bagus.

Salah seorang Warga Binaan, BI, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama proses produksi.

"Saya bertugas pada bagian pemasangan, pembentukan, dan finishing kotak tisu. Di tahap ini kami dituntut bekerja dengan teliti agar hasilnya rapi dan memiliki kualitas yang baik. Keterampilan yang saya pelajari di sini menjadi bekal berharga untuk saya manfaatkan setelah bebas nanti," ungkap BI.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan setiap pesanan yang diterima menjadi indikator keberhasilan program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan.

"Kepercayaan konsumen terhadap produk hasil karya Warga Binaan jadi semangat bagi kami untuk terus tingkatkan kualitas pembinaan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama di Lapas dapat jadi bekal bagi Warga Binaan untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat," tutur Akhmad Herriansyah.

Ke depan, Lapas Banjarmasin akan terus kembangkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berorientasi pada kebutuhan pasar. Program tersebut diharapkan dapat tingkatkan keterampilan, etos kerja, dan daya saing Warga Binaan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0