Ditjen PAS Ajak Kapolri Kunjungi Nusakambangan

Share:

Jakarta, INFO_PAS – Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Ma’mun, mengajak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Tito Karnavian, mengunjungi lembaga pemasyarakatan (lapas) high risk di Nusakambangan. Ajakan ini disampaikan Ma’mun saat bersama Sekretaris dan para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menyambangi Markas Besar Polri, Senin (4/12).

Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak banyak berdiskusi tentang penanganan narapidana risiko tinggi, khususnya di Nusakambangan. “Pertemuan ini sebagai salah satu langkah nyata memperkuat kerja sama Ditjen PAS dengan Polri dalam rangka operasionalisasi lapas high risk bagi narapidana narkoba dan terorisme yang diproyeksikan di lima lapas,” jelas Ma’mun.

Lima lapas yang dimaksud adalah Lapas Gunung Sindur, Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu di Nusakambangan, Lapas Kasongan, serta Lapas Langkat.

“Setiap langkah mulai dari perencanaan, penetapan, pengklasifikasian lapas high risk, penempatan narapidana high risk, hingga Sumber Daya Manusia (SDM) tidak dikerjakan sendiri oleh pihak Pemasyarakatan sehingga tidak hanya Pemasyarakatan saja yang dikeroyok apabila ada permasalahan di depan nantinya,” ujar Ma’mun di sela perbincangannya dengan Kapolri dan jajarannya.

Atas ajakan tersebut, Kapolri mengungkapkan kesediaannya untuk ikut serta mengunjungi lapas high risk di Nusakambangan. “Nusakambangan memang sejak dulu digagas dan difungsikan sebagai lapas untuk tindak kejahatan berat. Bisa dikatakan Alcatraz-nya Indonesia,” tuturnya.

Lebih jauh, Tito mengatakan bahwa penanganan narapidana terorisme tidak bisa sembarangan “Karena terkait ideologi radikal, maka harus selalu berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanganan Teroris terkait program deradikalisasi,” sarannya.

“Untuk tahanan teroris yang sangat radikal di Rumah Tahanan Negara Kelapa Dua, harus langsung dimasukan ke lapas high risk,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Ditjen PAS, Sri Puguh Budi Utami, turut memaparkan persiapan SDM untuk lapas high risk. Pihaknya juga telah melakukan asessmen terhadap 100 orang petugas.

“Saat ini sudah dalam tahap pengosongan lima lapas high risk dan pemasangan CCTV di beberapa titik,” terangnya.

Ditjen PAS Ajak Kapolri Kunjungi Nusakambangan | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya