Doa Bersama Lintas Agama, Lapas Luwuk Panjatkan Doa untuk Korban Gempa Palu

Doa Bersama Lintas Agama, Lapas Luwuk Panjatkan Doa untuk Korban Gempa Palu

Luwuk, INFO_PAS – Tembok tinggi dan jeruji besi tidak jadi penghalang rasa kemanusiaan dan empati. Usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 guncang Palu dan sekitarnya, Selasa (16/6), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk gelar doa bersama lintas agama secara serentak, Rabu (17/6).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh petugas dan Warga Binaan yang terbagi di tiga tempat ibadah di lingkungan Lapas, yakni Masjid At-Taubah bagi umat Islam, Gereja El-Roy bagi umat Kristen, dan Pura Maitri Santhi bagi umat Hindu.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menyatakan bahwa kegiatan ini lahir dari rasa solidaritas mendalam Warga Binaan terhadap saudara-saudara mereka yang sedang tertimpa musibah.

"Meskipun raga mereka sedang berada di dalam jeruji untuk menjalani masa pembinaan, hati dan doa mereka tetap menyatu dengan masyarakat di luar, khususnya bagi para korban gempa di Palu dan sekitarnya. Kita mengetuk pintu langit bersama-sama, memohon keselamatan dan kekuatan," ujarnya.

Lantunan doa, zikir, dan nyanyian pujian terdengar dari berbagai sudut Lapas. Suasana haru begitu terasa, bahkan beberapa Warga Binaan tidak kuasa menahan air mata saat mengingat keluarga dan kerabat mereka yang berada di wilayah terdampak bencana.

Di Masjid Lapas, Warga Binaan muslim melaksanakan zikir dan doa keselamatan bersama pemuka agama setempat. Sementara itu, jemaat Kristen di Gereja El-Roy berkumpul dengan khusyuk menaikkan pujian dan melantunkan doa syafaat untuk pemulihan Kota Palu serta kekuatan bagi para korban. Di Pura Lapas, Warga Binaan beragama Hindu melaksanakan persembahyangan Kramaning Sembah, memohon kepada Sang Hyang Widhi Wasa agar bumi segera tenang dan masyarakat diberikan ketabahan.

Salah satu Warga Binaan, A, yang turut mengikuti kegiatan ini sampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak Lapas yang telah memfasilitasi aksi kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan bahwa keterbatasan fisik selama menjalani masa pembinaan tidak melunturkan kepedulian mereka terhadap penderitaan sesama.

"Kami sangat merasakan duka yang dialami oleh saudara-saudara kita di Palu. Meskipun kami berada di sini dengan segala keterbatasan ruang gerak dan tidak bisa membantu secara fisik atau materi, namun lewat doa bersama lintas agama inilah bentuk ketulusan dan dukungan moral yang bisa kami kirimkan dari balik jeruji. Kami memohon agar situasi di sana segera pulih dan seluruh korban diberikan ketabahan yang luar biasa," ungkapnya.

Aksi doa bersama lintas agama ini menjadi bukti kuat bahwa persatuan, toleransi, dan rasa kemanusiaan tetap terjaga di lingkungan Lapas Luwuk. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Luwuk

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0