Dorong Pemasaran Produk Warga Binaan, Lapas Namlea Jajaki Kerja Sama dengan Disperindag Buru

Dorong Pemasaran Produk Warga Binaan, Lapas Namlea Jajaki Kerja Sama dengan Disperindag Buru

Namlea, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea lakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru guna bahas pengembangan serta pemasaran produk hasil karya Warga Binaan, Rabu (3/6). Dalam kunjungan tersebut, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, beserta jajaran disambut oleh Sekretaris Disperindag Kabupaten Buru, Salahudin.

Muhammad M. Marasabessy menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan membangun sinergi dalam pengembangan produk Warga Binaan, khususnya terkait pemasaran dan distribusi kepada masyarakat.

“Tujuan kedatangan kami adalah menjalin koordinasi mengenai rencana pengembangan hasil karya Warga Binaan Lapas Namlea, terutama dalam hal pemasaran dan distribusinya kepada masyarakat,” ujar Marasabessy.

Ia menuturkan, Lapas Namlea saat ini telah mengembangkan sejumlah produk kemandirian, di antaranya minyak kayu putih berlabel Maju 86 (Minyak Andalan Jadi Unggulan Lapas Namlea) serta berbagai kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

Karena itu, pihaknya mengharapkan dukungan dan kerja sama dari Disperindag Kabupaten Buru, terutama terkait pemasaran produk Warga Binaan serta dukungan terhadap pengembangan bahan baku minyak kayu putih agar produksi dapat terus ditingkatkan.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Disperindag agar produk Warga Binaan lebih dikenal oleh masyarakat. Selain itu, kami juga mengharapkan dukungan pemerintah terkait penyediaan lahan kayu putih agar produksi dapat terus berkembang,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Salahudin menyatakan dukungannya terhadap program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Namlea, khususnya di bidang industri minyak kayu putih.

“Pada prinsipnya kami mendukung program pembinaan di Lapas Namlea, khususnya pada pengembangan industri minyak kayu putih. Ke depan, kami akan melaksanakan sosialisasi terkait perizinan, pemasaran, dan pengelolaan usaha agar kegiatan industri di Lapas Namlea dapat berjalan dengan baik,” tutur Salahudin.

Melalui sinergi ini, Lapas Namlea berharap produk hasil karya Warga Binaan semakin berkembang, memiliki daya saing di pasaran, serta mampu menjadi sarana pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat ekonomi bagi Warga Binaan setelah kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Namlea

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0