Dorong UMKM Warga Binaan, Produksi Keripik Tempe Lapas Banjarmasin Terus Digenjot
Banjarmasin, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus perkuat program pembinaan kemandirian dengan pendekatan UMKM Warga Binaan. Salah satu wujud nyatanya adalah pengembangan produksi keripik tempe yang kini menjadi produk unggulan dan menunjukkan peningkatan minat konsumen.
Proses pembuatan tempe diawali dari peragian kedelai, kemudian dicampur dengan tepung beras. Selanjutnya, adonan dibungkus dan difermentasi selama kurang lebih dua hari hingga tempe siap diolah menjadi keripik tempe yang renyah dan bernilai jual. Seluruh tahapan produksi dilaksanakan sebagai pembelajaran keterampilan kerja yang terstruktur dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan pengembangan produksi keripik tempe ini diarahkan sebagai embrio UMKM Pemasyarakatan yang produktif dan berdaya saing. “Pembinaan kemandirian kami dorong agar menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar. Melalui pendekatan UMKM, Warga Binaan tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga pola pikir berwirausaha sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” terangnya, Kamis (5/2).
Senada, staf bimbingan kerja, Hafidz, mengungkapkan optimismenya terhadap keberlanjutan produksi keripik tempe tersebut. “Besar harapan kami, produksi tempe ini mampu memenuhi minat konsumen yang makin tinggi terhadap keripik tempe hasil karya Warga Binaan Lapas Banjarmasin,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan yang terlibat langsung dalam kegiatan produksi, RA, mendapat banyak manfaat dari program tersebut. “Dari kegiatan ini kami belajar proses produksi sampai kedisiplinan kerja. Kami jadi punya keterampilan dan pengalaman bermanfaat, khususnya untuk bekal usaha setelah bebas nanti,” tuturnya.
Kegiatan ini sejalan dengan Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong penguatan UMKM Warga Binaan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Lapas Banjarmasin berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berdampak selama masa pidana, tetapi juga relevan sebagai bekal kehidupan di masa depan. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


