Dukung Ketahanan Pangan, Warga Binaan Lapas Wahai Tanam 3.000 Bibit Tomat
Wahai, INFO_PAS - Usai menutup siklus tanam atas panen tahap akhir tanaman jagung beberapa waktu lalu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gerak cepat langsung melakukan penanaman 3.000 bibit tomat, Rabu (29/7). Hal ini bertujuan mendukung ketahanan pangan melalui pemberdayaan Warga Binaan.
Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, mengatakan gekan cepat ini telah dipersiapkan sebelumnya agar lahan tidak sampai kosong. "Sebanyak 3.000 bibit tomat hasil pembibitan mandiri oleh Warga Binaan kita tanam di atas lahan Asimilasi. Persiapan lahan dan penyemaian bibit sudah kami lakukan sejak pertengahan bulan lalu sehingga begitu jagung selesai dipanen, lahan bisa langsung diolah kembali dan ditanami tanpa jeda lama," jelasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan bahwa mengganti tanaman secara bergantian bertujuan menjaga tanah dari kerusakan unsur hara dan penurunan kesuburan. "Manfaat rotasi tanaman jagung sebenarnya adalah untuk membantu tanah agar tidak kehabisan nutrisi tertent serta memperbaiki struktur dengan membuat tanah lebih sehat dan subur secara alami. Saya apresiasi jajaran pembinaan dalam mendukung ketahanan pangan," ungkapnya.
Tersih menambahkan kegiatan bercocok tanam ini tidak sekadar mengejar hasil panen, melainkan menjadi wadah pembinaan kemandirian konkret. "Kami ingin memastikan para Warga Binaan memiliki keterampilan bertani aplikatif dan bernilai ekonomis. Harapannya, ilmu pembibitan hingga perawatan tanaman tomat ini menjadi bekal berharga bagi mereka saat kembali ke tengah masyarakat kelak," harapnya.
Dukungan juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia mengapresiasi keaktifan Lapas Wahai yang secara konsisten memanfaatkan lahan produktif demi mendukung program ketahanan pangan nasional.
"Langkah responsif yang ditunjukkan Lapas Wahai sangat membanggakan. Penanaman tomat ini membuktikan Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan mental, tetapi juga berkontribusi nyata dalam ketahanan pangan daerah. Saya berharap semangat optimisme dan produktivitas ini terus dipertahankan serta ditingkatkan," pinta Ricky.
Proses penanaman yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berjalan dengan lancar dan antusias. Dengan perawatan optimal, komoditas tomat hasil karya Warga Binaan Lapas Wahai ini diproyeksikan dipanen dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan sekaligus memastikan eksistensi Pemasyarakatan dalam memberi dampak ketahanan pangan lokal yang bermanfaat bagi masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


