Dukung Program MBG, Lapas Perempuan Gorontalo Latih Penjamah Makanan bersama SPPG Luhu
Gorontalo, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Gorontalo berkolaborasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Luhu, Kecamatan Telaga, Provinsi Gorontalo, gelar pelatihan penjamah makanan bagi petugas dan Warga Binaan, Jumat (30/1). Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten, profesional, serta memenuhi standar keamanan dan higienitas pangan.
Kegiatan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan serta penyajian makanan yang aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan.
Pelatihan penjamah makanan diikuti oleh dua orang pegawai dapur serta dua orang Warga Binaan yang diperbantukan pada dapur Lapas Perempuan Gorontalo. Keterlibatan langsung petugas dan Warga Binaan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan dapur sekaligus mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara Lapas Perempuan Gorontalo dan Yayasan Kumala Vaza Group yang telah terjalin sejak Juli 2025 sebagai penyedia makanan bergizi. Penandatanganan kerja sama tersebut sebelumnya disaksikan oleh Wakil Gubernur Gorontalo dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Gorontalo sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas layanan Pemasyarakatan.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari implementasi penunjukan Lapas Perempuan Gorontalo sebagai pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mendukung salah satu Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam pemberdayaan Warga Binaan melalui sertifikasi keterampilan.
Kepala Lapas Perempuan Gorontalo, Elang Kartini, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan wujud komitmen Lapas dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata.
“Pelatihan penjamah makanan ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan dapur, tetapi juga memberikan keterampilan bernilai tambah bagi petugas dan Warga Binaan. Kompetensi ini diharapkan menjadi bekal yang bermanfaat, baik selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Yayasan Kumala Vaza Group, Siti Fatimah Anton Taib menyampaikan rasa syukur atas kerja sama yang terjalin dengan Lapas Perempuan Gorontalo. “Kerja sama seperti ini sejalan dengan motto kami, yaitu 'Berkarya untuk Sesama Menuju Kemandirian' di mana kami saling mendukung untuk menyukseskan program prioritas Bapak Presiden tentang MBG dan Ketahanan Pangan,” tuturnya.
Selain itu, salah satu Warga Binaan, AM, mengungkapkan pelatihan penjamah makanan ini memberikan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat, khususnya terkait standar kebersihan, keamanan pangan, serta tata cara pengolahan dan penyajian makanan yang benar. “Dengan mengikuti pelatihan ini saya jadi memahami bagaimana mengolah dan menyajikan makanan yang higienis dan aman sesuai standar kesehatan. Saya mendapat ilmu yang sangat berguna. Tidak hanya untuk mendukung tugas di dapur Lapas, tetapi juga sebagai bekal keterampilan ketika saya bebas nanti,” ujarnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Gorontalo
What's Your Reaction?


