FGD BERDAYA Perkuat Kolaborasi Wujudkan Klien Pemasyarakatan yang Mandiri dan Berdaya Saing
Jakarta, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Pusat menjadi pilot project Program BERDAYA atau BErdayakan Klien Pemasyarakatan untuk Daya Saing dan Wirausaha di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Daerah Khusus Jakarta. Untuk itu, pada Selasa (28/7) digelar Focus Group Discussion (FGD) BERDAYA sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi antarunit pelaksana teknis, pemerintah, dan mitra dalam membangun ekosistem pembimbingan kemandirian Klien Pemasyarakatan yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Kepala Bapas Jakarta Pusat, Ade Kusmanto, menyampaikan penunjukan Bapas Jakarta Pusat sebagai pilot project Program BERDAYA merupakan amanah untuk menghadirkan model pembimbingan yang dapat diterapkan secara lebih luas. "Kami berkomitmen mengoptimalkan pelaksanaan Program BERDAYA melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga memastikan adanya kesinambungan mulai dari asesmen, pelatihan, hingga akses terhadap dunia kerja dan kewirausahaan agar Klien Pemasyarakatan hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat," ungkapnya.
Dalam forum tersebut dipaparkan konsep Program BERDAYA sebagai model pembimbingan yang mengintegrasikan proses asesmen, pemetaan potensi, penyusunan Individual Development Plan, pelatihan, sertifikasi, magang, penempatan kerja, pendampingan usaha, hingga monitoring dan evaluasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi, daya saing, dan kemandirian ekonomi Klien Pemasyarakatan sebagai bekal keberhasilan reintegrasi sosial.
Kepala Kanwil Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta, Wahid Wibowo, menegaskan keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan memerlukan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan. "Program BERDAYA merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembimbingan kemandirian melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan organisasi masyarakat. Dengan kolaborasi yang makin erat, kita dapat membuka akses yang lebih luas terhadap pelatihan, sertifikasi, kesempatan kerja, dan pemberdayaan ekonomi sehingga Klien Pemasyarakatan memiliki bekal yang memadai untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Direktur JAIL Foundation, Toto Suroto, menyampaikan pihaknya siap mendukung implementasi Program BERDAYA melalui penguatan ekosistem pemberdayaan yang berorientasi pada keberlanjutan. "Melalui pendekatan Ethical Integrated Coffee Ecosystem, kami berupaya menghubungkan pelatihan, praktik kerja, penempatan kerja, hingga peluang berwirausaha dalam satu rantai pemberdayaan. Kami percaya setiap orang berhak memperoleh kesempatan kedua melalui peningkatan kompetensi dan akses terhadap pekerjaan yang layak. Karena itu, JAIL Foundation siap menjadi mitra strategis dalam mendukung keberhasilan Program BERDAYA," janjinya.
Melalui FGD ini, diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan program BERDAYA secara berkelanjutan. Penetapan Bapas Jakarta Pusat sebagai pilot project diharapkan menjadi model pengembangan pembimbingan kemandirian yang dapat direplikasi di seluruh Bapas di lingkungan Kanwil Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta. (IR)
Kontributor: Bapas Jakpus
What's Your Reaction?


