Gagalkan Peredaran dan Penyelundupan Narkoba,126 Petugas Pemasyarakatan Raih Penghargaan dari Menimipas
Nusakambangan, INFO_PAS - Sepanjang tahun 2025 berjalan, jajaran Pemasyarakatan berhasil menggagalkan penyelundupan 299 paket sabu, 518 paket ganja, 298 butir ekstasi, serta 2.226 butir obat terlarang seperti tramadol, eximer, dan double L. Keberhasilan ini merupakan buah dedikasi 126 petugas Pemasyarakatan di berbagai wilayah dari Aceh hingga Papua.
Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan komitmen tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, serahkan penghargaan Anugraha Wira Wibawa Dharmesti Pratama yang diberikan secara simbolis di Nusakambangan, Rabu (5/11). Pemberian apresiasi kepada jajaran Pemasyarakatan berprestasi ini diharapkan meningkatkan motivasi kerja dan mendorong tercapainya kinerja Pemasyarakatan yang makin optimal dan berintegritas.

Dari Sulawesi Tengah, penghargaan diraih dua petugas berprestasi atas dedikasi dan keberaniannya dalam menjaga integritas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan). Penghargaan Anugraha Wira Wibawa Dharmesti Pratama diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, kepada Aspianti selaku petugas Rutan Palu dan Andi Gian selaku petugas Lapas Luwuk.
“Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga simbol dari tanggung jawab moral kita sebagai insan Pemasyarakatan. Keduanya telah menunjukkan sikap waspada, berani, dan berintegritas tinggi dalam melindungi Lapas dan Rutan dari ancaman narkoba,” puji Bagus.
Ia menegaskan langkah tersebut sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan Pemasyarakatan. “Kita tidak akan pernah kompromi terhadap penyalahgunaan narkoba. Setiap petugas harus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah Pemasyarakatan dari segala bentuk penyimpangan,” tegas Bagus.
Ia juga berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus menunjukkan dedikasi dan profesionalisme. “Kami ingin semangat ini menular. Integritas harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar slogan,” harap Bagus.

Sebagai penerima penghargaam, Andi Gian mengungkapkan rasa syukurnya dan berharap keberhasilannya memotivasi rekan-rekan kerjanya di seluruh Indonesia. “Kami harap keberhasilan penggagalan penyelundupan narkoba ini mampu menyelamatkan ribuan Warga Binaan dari potensi penyalahgunaan narkotika dan menjaga kondusivitas Lapas Luwuk,“ harapnya.
Dari Kalimantan Barat, semangat integritas dan pengabdian mengantarkan petugas Lapas Perempuan Pontianak, Desviyanti Mahalini, meraih penghargaan yang sama. Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, Japaham Sinaga, sebagai bentuk penghormatan atas kiprah Desviyanti yang berani dan tangguh dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan Lapas.

Desviyanti dinilai berperan aktif dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkoba di Lapas Perempuan Pontianak. Keberaniannya dalam mengambil tindakan cepat dan tepat menjadi komitmen petugas Pemasyarakatan dalam menjaga lingkungan kerja yang aman dan bebas dari gangguan ketertiban.
“Kami bangga atas pencapaian ini. Semoga penghargaan ini memotivasi seluruh jajaran untuk terus bekerja dengan hati dan tanggung jawab,” harap Japaham.

Sementara itu, empat petugas Lapas Pemuda Madiun yang menerima penghargaan yang sama, yakni Mansur Shodiq, Hendra Hadi Miranto, Fatoni Eko Prastyo, dan Hamdan Yusha Ariyahya. Keempatnya dinilai telah menunjukkan keberanian dan profesionalisme dalam menggagalkan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di lingkungan Lapas Pemuda Madiun.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian anggotanya tersebut. “Penghargaan ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran dalam menjaga integritas dan keamanan di Lapas Pemuda Madiun. Kami akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba,” ujarnya.

Lebih istimewa lagi, satu petugas Lapas Pemuda Madiun, Ganjar Dwi Utama, menerima langsung penghargaan tersebut dari Menimipas. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diberikan dan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas sebagai petugas Pemasyarakatan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus bekerja lebih baik serta tetap berpegang pada nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab. Keberhasilan ini adalah hasil kerja sama seluruh jajaran Lapas Pemuda Madiun yang selalu solid dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Ganjar.

Dari Sulawesi Tenggara, empat petugas yang meraih penghargaan adalah Masrudin dan Muhammad Efendi Gunawas dari Lapas Kelas IIA Kendari, serta Ibnu Syahdan dan Izan Izlan dari Rutan Kelas IIB Kolaka. Apresiasi ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas kinerja, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus menegakkan nilai-nilai profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab.
“Ini adalah bukti bahwa petugas di wilayah Sulawesi Tenggara mampu menunjukkan kinerja terbaiknya. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan integritas, profesionalitas, dan loyalitas dalam menjalankan tugas,” harap Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Tenggara, Sulardi.

Pada kesempatan yang sama, Kanwil Ditjenpas Jambi juga menyerahkan penghargaan kepada petugas dan unit kerja berprestasi, termasuk kepada Rahmat Hidayat dari Lapas Jambi atas dedikasi dan ketangkasannya dalam mencegah masuknya narkoba ke Lapas. Prestasi Rahmat Hidayat tidak hanya menjadi kebanggaan Lapas Jambi, tetapi juga menjadi bukti nyata pembinaan mental, peningkatan integritas, dan penguatan sistem pengawasan terus membuahkan hasil positif.
Hidayat menyampaikan komitmennya dalam mendukung setiap kebijakan dan program strategis Kementerian. “Kami siap mendukung penuh setiap kebijakan dan program strategis kementerian, termasuk dalam memperkuat sinergi lintas sektor serta membangun budaya kerja yang berintegritas tinggi,” ujarnya.
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Sulteng, Lapas Luwuk, Kanwil Ditjenpas Kalbar, Lapas Pemuda Madiun, Kanwil Ditjenpas Sultra, Lapas Jambi
What's Your Reaction?


