Gandeng Kemenag Kab. Banggai, Lapas Luwuk Mantapkan Pembinaan Kerohanian Warga Binaan Hindu
Luwuk, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus mantapkan program pembinaan kepribadian melalui pemenuhan hak spiritual Warga Binaan. Langkah tersebut diwujudkan lewat sinergi berkelanjutan bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banggai dalam mengoptimalkan bimbingan mental dan kerohanian bagi Warga Binaan yang beragama Hindu, Kamis (11/6).
Pembinaan yang digelar di Pura Maitri Santhi Lapas Luwuk ini bertepatan langsung dengan Rahina Sugian Jawa. Momentum suci ini dimaknai sebagai hari penyucian alam semesta (bhuana agung) jelang perayaan hari besar keagamaan.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Luwuk, Andi Abdul Muis, menegaskan kerja sama lintas instansi bersama Kemenag merupakan implementasi nyata dari pelayanan prima dan pemenuhan hak asasi para Warga Binaan untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing. "Kami memberikan hak dan ruang yang sama bagi seluruh Warga Binaan untuk beribadah. Pembinaan kerohanian ini sangat krusial sebagai fondasi perubahan perilaku mereka. Kami berterima kasih kepada pihak Kemenag yang terus konsisten mendampingi dan memberikan suntikan moral positif bagi Warga Binaan," ucapnya.
Pada kesempatan itu, rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan persembahyangan bersama yang diikuti oleh seluruh Warga Binaan Hindu secara khidmat. Usai prosesi ibadah, dilanjutkan dengan penyampaian Dharmawacana atau ceramah keagamaan yang dipimpin langsung oleh Penyuluh Bimbingan Rohani Agama Hindu dari Kemenag Kabupaten Banggai, I Nyoman Pasek Pancayasa.
Nyoman menyampaikan materi bertajuk “Persiapan dan Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan.” Ia mengingatkan kembali mengenai esensi perayaan tersebut sebagai simbol kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (keburukan).
"Momentum Sugian Jawa ini adalah waktu yang tepat untuk menyucikan hati dan pikiran. Melalui pemahaman makna Galungan dan Kuningan, kami mengajak seluruh Warga Binaan untuk meneguhkan hati, meninggalkan masa lalu yang kelam, dan selalu berkomitmen teguh berjalan di jalan Dharma dalam menjalani kehidupan sehari-hari," ajak Nyoman
Melalui penguatan pembinaan mental dan spiritual ini, Lapas Luwuk berkomitmen membentuk karakter Warga Binaan yang mandiri, religius, dan siap berintegrasi kembali secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya. (IR)
Kontributor: Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


