Gandeng PKBM Deflobamora, Lapas Atambua Pastikan Warga Binaan Melek Huruf dan Angka

Gandeng PKBM Deflobamora, Lapas Atambua Pastikan Warga Binaan Melek Huruf dan Angka

Atambua, INFO_PAS – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua, secercah harapan baru tengah dirajut melalui fasilitas pendidikan layak bagi Warga Binaan. Lewat kolaborasi hangat bersama Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Deflobamora Atambua, program pemberantasan buta aksara dan ujian kejar paket ini membuka jendela dunia baru bagi mereka yang ingin berubah.

Kegiatan belajar-mengajar berlangsung di perpustakaan Lapas Atambua pada Sabtu (20/6) mulai pukul 10.30 s.d. 11.30 Wita. Dalam kurun waktu tersebut, ruang perpustakaan dioptimalkan menjadi ruang kelas kondusif. Lima Warga Binaan mengikuti kelas Pendidikan Kewarganegaraan bersama Cantika Wahab, sedangkan tujuh Warga Binaan lainnya fokus pada materi pengenalan huruf yang dipandu oleh Maria Kapitan.

Kepala Lapas Atambua, Antinio Da Costa, menegaskan pendidikan merupakan hak seluruh warga negara, termasuk Warga Binaan yang sedang menjalani masa pidana. “Walaupun pelaksanaannya terbatas, kami berharap melalui kerja sama ini semua Warga Binaan mengenal huruf, membaca, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Apa jadinya jika kemampuan bertani mereka sudah sangat baik, tetapi mereka tidak bisa membaca atau memahami angka? Mereka akan sangat rentan menjadi korban penipuan," ujarnya.

Selaku salah satu pengajar dari PKBM Deflobamora, Maria Kapitan, kagum atas antusiasme belajar yang sangat tinggi dari para Warga Binaan. "Awalnya saya mengira akan sulit membangun fokus mereka, tetapi ternyata semangat mereka luar biasa. Sikap menolak menyerah pada keadaan adalah modal utama mereka. Kami di sini siap mendampingi hingga mereka benar-benar terbebas dari buta aksara," janjinya.

Manfaat langsung dari program edukasi ini pun dirasakan secara nyata oleh para Warga Binaan, salah satunya Agapito Manek. Ia bersyukur atas kesempatan berharga yang diberikan pihak Lapas.

"Dulu saya selalu merasa minder dan rendah diri karena tidak bisa membaca sama sekali. Di sini, saya diajari dengan penuh kesabaran dari nol oleh ibu guru. Puji tuhan, saya sudah mulai bisa mengenali dan mengeja huruf. Harapan saya, setelah bebas dan kembali ke masyarakat, saya tidak dibohongi lagi oleh orang lain, baik mengenai hitungan keuangan maupun urusan surat-menyurat," harap Agapito.

Melalui program belajar bersama PKBM Deflobamora ini, Lapas Atambua membuktikan Pemasyarakatan tidak sekadar membina perilaku, tetapi juga memperkaya intelektual Warga Binaan. Kegiatan yang berlangsung kondusif ini diharapkan terus berjalan konsisten demi melahirkan insan mandiri, cerdas, dan siap berkontribusi positif saat kembali ke tengah masyarakat kelak. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Atambua

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0