Gema Selawat dari Lapas Luwuk, Warga Binaan Tekuni Seni Marawis

Gema Selawat dari Lapas Luwuk, Warga Binaan Tekuni Seni Marawis

Luwuk, INFO_PAS – Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kintensif menekuni seni musik marawis sebagai program pembinaan kepribadian berbasis religi guna meningkatkan kualitas spiritual selama menjalani masa pidana. Kegiatan ini bertujuan memberikan wadah kreativitas positif sekaligus mempertebal keimanan para penghuni melalui lantunan selawat dan irama perkusi tradisional.

Program pembinaan kesenian berbasis religi ini telah menjadi agenda rutin yang diikuti dengan antusias oleh Warga Binaan. Dengan antusias, tangan-tangan yang dulunya mungkin melangkah di jalur yang salah, kini dengan lincah menabuh alat musik tradisional tersebut.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, mengatakan seni marawis dipilih sebagai salah satu instrumen pembinaan kepribadian. Menurutnya, pendekatan seni dan budaya yang bernafaskan Islam ini sangat efektif untuk menyentuh sisi emosional dan spiritual Warga Binaan.

"Kami ingin mereka merasa bahwa tembok penjara bukanlah akhir dari segalanya. Melalui marawis, mereka belajar tentang kekompakan, disiplin, dan yang terpenting adalah mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui selawat yang mereka lantunkan," ujar Bahrun, Sabtu (9/5).

Bagi para Warga Binaan, grup marawis bukan sekadar aktivitas pengusir jenuh. Ini adalah ruang pembuktian bahwa stigma negatif masyarakat bisa dijawab dengan karya dan perubahan perilaku yang nyata.

Salah seorang Warga Binaan inisial SA yang menjadi penabuh utama menemukan ketenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. "Dulu pikiran saya sering kacau dan merasa putus asa. Sejak bergabung di grup marawis, hati jadi lebih tenang. Ada rasa bangga saat kami bisa membawakan lagu dengan kompak," ungkapnya.

Grup Marawis Lapas Luwuk tidak hanya berlatih untuk internal saja. Mereka kerap dipersiapkan untuk tampil dalam berbagai acara hari besar keagamaan di lingkungan Lapas, seperti Maulid Nabi, Isra Mikraj, hingga menyambut kunjungan resmi dari jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Pembinaan ini membuktikan pembinaan di Lapas telah bergeser dari pola punitif menuju pola rehabilitatif dan edukatif. Harapannya, ketika masa pidana berakhir, para Warga Binaan ini tidak hanya membawa surat lepas, tetapi juga membawa bekal spiritual dan keterampilan seni yang bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Luwuk

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0