Hadir di WCPP 2026, Kanwil Ditjenpas Aceh Siap Adaptasi Standar Dunia dalam Sistem Pemasyarakatan

Hadir di WCPP 2026, Kanwil Ditjenpas Aceh Siap Adaptasi Standar Dunia dalam Sistem Pemasyarakatan

Bali, INFO_PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh ikuti World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 yang digelar di Bali pada 14–17 April 2026. Keikutsertaan ini menjadi upaya memperkuat sistem pPmasyarakatan di Indonesia melalui pembelajaran dan pertukaran praktik terbaik di forum internasional.

Kepala Kanwil Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto, hadir bersama tiga Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas), yaitu Kabapas Lhokseumawe, Kabapas Nagan Raya, dan Kabapas Kutacane. Delegasi dari Aceh bergabung dengan ratusan peserta dari berbagai negara yang membahas penguatan sistem pembinaan dan reintegrasi sosial Narapidana.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto, hadir bersama tiga kepala balai pemasyarakatan, yaitu Kabapas Lhokseumawe, Kabapas Nagan Raya, dan Kabapas Kutacane. Delegasi dari Aceh bergabung dengan ratusan peserta dari berbagai negara yang membahas penguatan sistem pembinaan dan reintegrasi sosial narapidana.

Yan Rusmanto menegaskan bahwa keikutsertaan dalam forum ini menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas layanan Pemasyarakatan di daerah.

“Kami ingin memastikan layanan Bapas di Aceh terus berkembang dengan mengacu pada praktik terbaik internasional, khususnya dalam mendukung reintegrasi sosial Warga Binaan agar dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan taat hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa hasil dari forum ini akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program pembimbingan di wilayah Aceh, sehingga pelaksanaan tugas Pemasyarakatan semakin adaptif dan berdampak.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah merupakan bentuk pengakuan terhadap perkembangan sistem Pemasyarakatan nasional.

“Ini momentum emas bagi kita. Selain memperkenalkan praktik baik pembinaan yang telah dijalankan, kita juga dapat menyerap standar terbaik dari berbagai negara untuk diterapkan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, yang hadir sebagai pembicara kunci, menyoroti peran strategis Bapas. “Fungsi pembimbingan dan pengawasan menjadi kunci dalam memastikan proses reintegrasi sosial berjalan aman dan efektif,” tuturnya.

Salah satu agenda yang menarik perhatian dalam WCPP 2026 adalah pameran produk karya Warga Binaan dari berbagai Lapas di Indonesia. Produk-produk tersebut ditampilkan kepada delegasi internasional sebagai bukti bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek penghukuman, tetapi juga pemberdayaan yang bernilai ekonomi dan sosial.

Melalui partisipasi ini, Kanwil Ditjenpas Aceh menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan Pemasyarakatan yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial. (afn)

 

Kontributor: Humas Kanwil Ditjenpas Aceh

 

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0