Iman Diteguhkan lewat Ibadah, Warga Binaan Kristiani Lapas Banjarmasin Diajak Kenakan "Perlengkapan Senjata Allah"

Iman Diteguhkan lewat Ibadah, Warga Binaan Kristiani Lapas Banjarmasin Diajak Kenakan "Perlengkapan Senjata Allah"

Banjarmasin, INFO_PAS – Iman Warga Binaan Kristiani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali diteguhkan melalui ibadah yang menghadirkan pelayanan dari Kementerian Agama Kota Banjarmasin, Rabu (1/7). Mengangkat tema dari Kitab Perjanjian Baru pasal 6 ayat 10–19, ibadah mengajak Warga Binaan untuk bersandar sepenuhnya kepada kekuatan tuhan dengan mengenakan "Perlengkapan Senjata Allah" sebagai bekal menghadapi berbagai pergumulan hidup.

Kegiatan yang berlangsung di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin tersebut diikuti seluruh Warga Binaan Kristiani bersama Pembina Gereja Oikumene, Erik Simanjuntak. Ia mengingatkan Warga Binaan agar tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri ketika menghadapi persoalan hidup, melainkan menjadikan doa sebagai sumber kekuatan.

"Dalam renungan ini kita diingatkan untuk berdoa setiap waktu. Saat masalah datang, jangan mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi letakkan setiap pergumulan dalam doa pribadi kepada tuhan. Amin," ujar Erik.

Pada kesempatan itu, ibadah dipimpin oleh Pdt. Miske. Ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan, dilanjutkan penyampaian khutbah yang mengajak Warga Binaan memperkuat iman, hidup dalam kebenaran, dan senantiasa mengandalkan tuhan melalui doa yang tiada henti. Ia menekankan setiap orang percaya dipanggil untuk mengenakan "Perlengkapan Senjata Allah" agar berdiri teguh menghadapi setiap tantangan kehidupan. Melalui perlindungan tuhan dan ketekunan dalam doa, setiap pergumulan diyakini dapat dihadapi dengan iman kokoh.

Salah seorang Warga Binaan berinisial Y memperoleh penguatan iman melalui ibadah tersebut. Menurutnya, firman tuhan menjadi pegangan untuk melawan berbagai godaan selama menjalani masa pembinaan.

"Saat dihadapkan pada godaan, saya mengenakan Perisai Iman dan menggunakan Pedang Roh dengan mengingat dan merenungkan ayat-ayat Alkitab untuk menangkis pikiran-pikiran negatif," ungkap Y.

Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari proses pembinaan yang diberikan kepada seluruh Warga Binaan tanpa membedakan latar belakang agama. "Kami berkomitmen memberikan hak pembinaan kepada seluruh Warga Binaan tanpa membedakan latar belakang agama. Kami berharap nilai-nilai keimanan makin tertanam sehingga menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri, menjalani masa pembinaan dengan baik, dan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab," tegasnya.

Pembinaan kerohanian ini menjadi salah satu program rutin Lapas Banjarmasin dalam memenuhi hak beribadah Warga Binaan sekaligus membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai keimanan. Melalui pembinaan berkesinambungan, diharapkan setiap Warga Binaan menjalani masa pembinaan dengan sikap yang lebih positif, memperkuat integritas pribadi, serta memiliki bekal spiritual yang kuat untuk kembali berperan sebagai anggota masyarakat yang taat hukum, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. (IR)

 

 

Kontirbutor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0