Lapas Tondano Siapkan Lahan Budidaya Kacang Batik, Bekali Warga Binaan Keterampilan Pertanian

Lapas Tondano Siapkan Lahan Budidaya Kacang Batik, Bekali Warga Binaan Keterampilan Pertanian

Minahasa, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano siapkan lahan budidaya kacang batik di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (2/7). Kegiatan ini untuk dukung pembinaan kemandirian di bidang pertanian sekaligus program ketahanan pangan.

Kegiatan yang melibatkan sejumlah Warga Binaan tersebut diawali dengan pembersihan lahan, pencabutan gulma, penggemburan tanah, hingga pembuatan bedengan yang akan digunakan sebagai media tanam. Dengan didampingi petugas pembinaan, para Warga Binaan bergotong royong menyiapkan lahan agar siap ditanami.

Program budidaya kacang batik merupakan bagian dari pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dikembangkan Lapas Tondano. Selain membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis, kegiatan ini juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung program ketahanan pangan.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Joutje Evert Sinaulan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga proses pembelajaran yang dijalani Warga Binaan.

"Melalui kegiatan pertanian seperti ini, kami ingin membangun etos kerja, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab Warga Binaan. Mereka dilibatkan sejak tahap persiapan lahan hingga proses perawatan dan panen. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat setelah mereka kembali ke tengah masyarakat," ujar Sinaulan.

Salah seorang Warga Binaan, T, mengaku senang dapat mengikuti program pembinaan pertanian tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan pengalaman sekaligus keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.

"Kami merasa senang karena diberi kesempatan belajar dan bekerja di lahan pertanian. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan termotivasi menjadi pribadi yang lebih baik," ungkapnya.

Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak selama kegiatan berlangsung. Para Warga Binaan bahu-membahu menyiapkan lahan sehingga siap digunakan untuk proses penanaman. Kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.

Kepala Lapas Tondano, Yulius Jum Hertantono, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu instrumen penting dalam proses Pemasyarakatan. Menurutnya, program produktif seperti budidaya kacang batik perlu terus dikembangkan.

"Lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga tempat belajar, berproses, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap kegiatan budidaya kacang batik ini dapat memberikan manfaat nyata, menumbuhkan semangat kerja, serta menjadi bekal yang berguna ketika mereka kembali ke masyarakat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami optimistis Warga Binaan dapat menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya," tutup Kalapas.

Melalui pembinaan berbasis pertanian ini, Lapas Tondano terus hadirkan kegiatan yang edukatif dan produktif sebagai bekal Warga Binaan untuk kembali berperan di tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Tondano

 

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0