Pembinaan Rohani Kristen Perkuat Karakter Warga Binaan Lapas Tanjung
Tanjung, INFO_PAS – Nilai-nilai keimanan terus ditanamkan kepada Warga Binaan melalui ibadah rohani Kristen yang diselenggarakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung, Kamis (2/7). Ibadah tersebut diikuti dua Warga Binaan bersama peserta magang sebagai program pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara rutin.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Robyanoor, menjelaskan pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan. Penguatan nilai spiritual diharapkan mendorong perubahan perilaku yang lebih baik.
"Pembinaan tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga membangun karakter melalui penguatan nilai-nilai keagamaan agar Warga Binaan siap kembali ke masyarakat," ujar Robyanoor.
Pelaksanaan ibadah menghadirkan Pendeta Chrissel sebagai pembimbing rohani. Dalam penyampaian firman tuhan, peserta diajak untuk terus memelihara iman, mengembangkan sikap saling mengasihi, dan membangun harapan baru selama menjalani masa pembinaan.
Pendeta Chrissel menyampaikan setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri melalui iman dan kehidupan yang dijalani dengan penuh pengharapan. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan setiap proses pembinaan sebagai langkah menuju kehidupan yang lebih baik.
"Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Ketika kita mau belajar dan mendekatkan diri kepada tuhan, selalu ada kesempatan untuk memulai kehidupan yang lebih baik," tutur Pendeta Chrissel.
Salah seorang Warga Binaan, Rudiyat, memperoleh semangat baru setelah mengikuti ibadah tersebut. Menurutnya, pembinaan rohani memberikan ketenangan batin sekaligus memotivasi dirinya agar terus memperbaiki sikap selama menjalani masa pidana.
"Ibadah ini membuat saya lebih tenang dan mengingatkan bahwa saya masih memiliki harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap Rudiyat.
Selain menjadi sarana beribadah, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan antara Warga Binaan, pembimbing rohani, dan peserta magang. Interaksi yang terjalin dalam suasana penuh penghormatan menjadi proses pembinaan yang menanamkan nilai toleransi, kepedulian, dan tanggung jawab.
Melalui pembinaan kepribadian berkelanjutan, Lapas Tanjung terus berkomitmen memenuhi hak Warga Binaan dalam memperoleh layanan keagamaan. Diharapkan, pembinaan spiritual konsisten membentuk karakter yang lebih baik, memperkuat integritas pribadi, dan menjadi bekal positif ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


