Jam Besuk Jadi Etalase Karya Warga Binaan, Lapas Perempuan Malang Dekatkan Pembinaan ke Masyarakat
Malang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang hadirkan etalase hasil pembinaan di ruang kunjungan. Selama jam besuk, para pengunjung tak hanya bertemu keluarga, tetapi juga dapat membeli pakcoy hasil panen dan berbagai produk karya Warga Binaan, Selasa (28/7).
Program tersebut jadi salah satu inovasi Lapas Perempuan Malang untuk memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian kepada masyarakat. Pakcoy yang dipanen dari lahan pembinaan dipasarkan kepada keluarga Warga Binaan dan masyarakat yang datang berkunjung. Di lokasi yang sama, berbagai produk seperti kerajinan rajut, ecoprint, dan olahan makanan turut dipamerkan dan dijual.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Malang, Vevi Abidianawati, mengatakan kegiatan tersebut memberi ruang bagi Warga Binaan untuk memperkenalkan hasil keterampilan yang mereka pelajari selama menjalani masa pidana.
"Kami ingin masyarakat melihat secara langsung bahwa di balik tembok Lapas terdapat proses pembinaan yang produktif. Hasil panen maupun karya Warga Binaan bukan sekadar produk, tetapi bukti bahwa mereka terus belajar, berkarya, dan mengembangkan keterampilan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat," ujar Vevi.
Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang jam kunjungan. Selain membeli pakcoy yang baru dipanen, banyak di antara mereka juga memilih membawa pulang hasil kerajinan karena kualitasnya dinilai baik.
Salah seorang pengunjung, Habibah, mengaku tidak menyangka dapat menemukan hasil panen dan berbagai produk karya Warga Binaan saat datang membesuk keluarganya.
"Awalnya saya hanya ingin membesuk keluarga, ternyata ada pakcoy hasil panen dan berbagai kerajinan yang dipajang. Saya membeli pakcoy karena masih segar, sekaligus membeli salah satu hasil karya Warga Binaan. Produknya bagus, rapi, dan tidak kalah dengan yang dijual di luar," tuturnya.
Melalui etalase hasil pembinaan di ruang kunjungan, Lapas Perempuan Malang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat proses pembinaan yang berlangsung di dalam Lapas. Kehadiran produk-produk Warga Binaan di tengah aktivitas kunjungan juga menjadi bukti bahwa pembinaan tidak hanya membekali keterampilan, tetapi menghasilkan karya yang memiliki kualitas dan nilai ekonomi. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Malang
What's Your Reaction?


