Kado HAN 2026, Kakanwil Ditjenpas Kep. Babel Serahkan PMP bagi Anak Binaan LPKA Pangkalpinang
Pangkalpinang, INFO_PAS - Peringati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, serahkan Surat Keputusan (SK) Pengurangan Masa Pembinaan (PMP) kepada 16 Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang, Kamis (23/7). Pemberian PMP kali ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memenuhi hak-hak Anak Binaan yang tengah menjalani proses pembinaan yang selama ini menunjukkan perilaku baik serta aktif mengikuti program pembinaan.
Kakanwil menyampaikan peringatan HAN Ke-42 Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan perlindungan, pendidikan, dan pembinaan bagi Anak Binaan agar memiliki kesempatan memperbaiki diri serta meraih masa depan yang lebih baik. Pemberian PMP merupakan penghargaan negara atas keberhasilan mengikuti program pembinaan sekaligus mendorong Anak Binaan untuk terus meningkatkan karakter, keterampilan, dan semangat belajar.
"PMP merupakan hak yang diberikan negara kepada Anak Binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Momentum HAN menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik. Kami berharap PMP menjadi motivasi bagi Anak Binaan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, serta menjadi generasi yang produktif dan bertanggung jawab ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat," harap Ade.
Senada, Kepala LPKA Pangkalpinang, Mustafa Kamaluddin Simamora, menyampaikan peringatan HAN menjadi momentum memperkuat pembinaan kepribadian, pengembangan potensi, serta pemenuhan hak-hak Anak Binaan melalui berbagai kegiatan edukatif, literatif, dan pembinaan karakter. "Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak, sehingga mereka memiliki bekal untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Pada kesempatan itu, turut hadir Bunda Literasi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani. "Kami berharap Anak Binaan memperbaiki diri, menata kehidupan dan cita-citanya supaya kesalahan yang pernah dilakukannya tidak diulangi lagi," pesannya.
Sebelumnya, saat membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Dessy Ayutrisna selaku Wakil Wali Kota Pangkalpinang mengatakan tema HAN Tahun 2026, "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" menegaskan setiap Anak Binaan tetap memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dibina, dan mempersiapkan masa depannya. “Pembinaan yang diselenggarakan di LPKA bukanlah pembalasan, melainkan wujud tanggung jawab negara dalam mengembalikan anak kepada kehidupan yang lebih baik melalui pendekatan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia, serta keadilan restoratif,” terangnya.
Peringatan HAN di lingkungan Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung dirangkaikan dengan prosesi sungkeman dan pembasuhan kaki orang tua oleh Anak Binaan sebagai simbol penghormatan. Dilakukan juga peluncuran merilis buku antologi karya Anak Binaan LPKA Pangkalpinang bertajuk "Budak Bepantun" sebagai komitmen pembinaan karakter, literasi, dan pengembangan potensi Anak Binaan
Kepala LPKA Pangkalpinang, menyampaikan buku Budak Bepantun merupakan bukti nyata dan akan menjadi catatan sejarah bagi LPKA dan Anak Binaan bahwa rangkaian proses pembinaan yang dilakukan bukan sekedar mengugurkan kewajiban, namun menghasilkan karya dengan kearifan lokal menggunakan bahasa daerah. Ke depan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk meningkatkan kreativitas Anak Binaan di bidang menulis agar menghasilkan beragam karya tulisan di masa yang akan datang.
“Melalui goresan tangan dan pena Anak Binaan, mampu melahirkan karya luar biasa. Hal ini adalah bukti meskipun raga terkurung, namun tetap bisa berkreativitas tanpa batas,” terang Mustafa.
Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, menyampaikan pantun merupakan warisan budaya Melayu yang kaya akan nilai kesantunan, kebijaksanaan, pendidikan, dan kearifan lokal. Di Bangka Belitung, pantun menjadi identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Buku Budak Bepantun ini menjadi bukti kreativitas dapat tumbuh di mana saja, termasuk di lingkungan LPKA. Melalui karya ini, kita ingin menunjukkan anak-anak mampu menuangkan gagasan, perasaan, dan harapan dalam karya sastra yang bernilai,” ucap Ade.
Sebagaimana disampaikan oleh Bung Karno "gantungkan cita-citamu setinggi langit," pesan tersebut mengajarkan bahwa masa lalu tidak boleh membatasi masa depan. Setiap anak berhak memiliki mimpi, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik, tambahnya.
“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam memberikan perlindungan, pembinaan, pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pendampingan psikososial kepada anak. Keberhasilan pembinaan bukan hanya tanggung jawab kami di Pemasyarakatan, tetapi tanggung jawab kita bersama,” seru Kakanwil.
Pujian pun disampaikan Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Gerakan literasi yang inklusif harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak yang sedang menjalani masa pembinaan di LPKA,” tutur Noni.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kep. Bangka Belitung, Afriyendy menyampaikan pihaknya merasa terhormat dapat terlibat dalam penyuntingan bahasa dari buku Budak Bepantun karya Anak Binaan LPKA Pangkalpinang. “Saya berharap dengan terbitnya buku Budak Bepantun, anak-anak memiliki kemampuan bernalar, mencermati informasi, sekaligus membagikan infromasi tersebut,” harapnya.
Kegiatan ditutup dengan pemberian piagam penghargaan oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada LPKA Pangkalpinang atas terobosan dalam menghidupkan literasi, budaya dan bahasa daerah melalui penerbitan pantun karya Anak Binaan. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Kep. Babel, LPKA Pangkalpinang
What's Your Reaction?


