Kakanwil Ditjenpas Kalbar Luncurkan Program Kuliah Gratis dan Pondok Pesantren di Rutan Sambas

Kakanwil Ditjenpas Kalbar Luncurkan Program Kuliah Gratis dan Pondok Pesantren di Rutan Sambas

Kakanwil Ditjenpas Kalbar Luncurkan Program Kuliah Gratis dan Pondok Pesantren di Rutan Sambas

Sambas, INFO_PAS – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Barat (Kalbar), Jayanta, secara resmi luncurkan Program Kuliah Gratis Rutan Sambas (Pro Kulit Rusa) dan Program Pondok Pesantren Rutan Sambas di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sambas, Rabu (10/6). Program tersebut menjadi upaya tingkatkan kualitas pembinaan Warga Binaan melalui pendidikan tinggi dan pembinaan keagamaan.

Program ini merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya poin ke-11 tentang pendidikan kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan. Melalui program tersebut, Warga Binaan memperoleh kesempatan kembangkan kapasitas diri melalui akses pendidikan dan penguatan nilai-nilai keagamaan selama jalani masa pidana.

Pelaksanaan program terwujud melalui kerja sama antara Rutan Sambas dengan Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas dan Akademi Dakwah Indonesia Sambas. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang inklusif sekaligus memperkuat pembinaan mental dan spiritual Warga Binaan.

Kegiatan peluncuran turut dihadiri Wakil Bupati Sambas, Rektor Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Direktur Akademi Dakwah Indonesia Sambas, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Sambas, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sambas atau yang mewakili, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Jayanta mengapresiasi inovasi yang dilakukan Rutan Sambas dalam menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala Rutan Sambas beserta seluruh jajaran atas inovasi dan kerja keras yang telah dilakukan dalam menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat bagi Warga Binaan,” ujar Jayanta.

Menurutnya, pendidikan merupakan instrumen penting dalam mendukung perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup Warga Binaan. Dengan akses pendidikan tinggi dan pembinaan keagamaan, Warga Binaan diharapkan memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta karakter yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Kepala Rutan Sambas, Andriyas, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen Rutan Sambas hadirkan pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

“Inilah Pemasyarakatan yang sesungguhnya, Pemasyarakatan yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kemanusiaan; yang tidak hanya memberi sanksi, tetapi juga memberi harapan; dan yang tidak hanya menghitung hari penahanan, tetapi juga mempersiapkan hari kebebasan yang bermartabat,” tegas Andriyas.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Dr. H. Arnadi, menyatakan komitmennya untuk mendukung pembinaan Warga Binaan melalui akses pendidikan tinggi.

“Kami mendukung penyediaan akses pendidikan bagi Warga Binaan karena setiap warga negara tanpa terkecuali berhak memperoleh kesempatan yang sama terhadap akses pendidikan,” tuturnya.

Peluncuran Pro Kulit Rusa dan Program Pondok Pesantren Rutan Sambas jadi langkah nyata penguatan fungsi pembinaan Pemasyarakatan. Melalui kedua program tersebut, Warga Binaan diharapkan memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta penguatan karakter sebagai modal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Kanwil Ditjenpas Kalbar

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0