Kakanwil Ditjenpas Sulteng Serahkan PMP HAN 2026 kepada Lima Anak Binaan LPKA Palu

Kakanwil Ditjenpas Sulteng Serahkan PMP HAN 2026 kepada Lima Anak Binaan LPKA Palu

Palu, INFO_PAS – Lima Anak Binaan di Sulawesi Tengah terima Pengurangan Masa Pembinaan (PMP) Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026. Penyerahan PMP dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu, Kamis (23/7).

Kakanwil menilai pemberian PMP bukan sekadar pengurangan masa pembinaan, tetapi bentuk penghargaan negara kepada Anak Binaan yang menunjukkan perubahan sikap dan kesungguhan mengikuti proses pembinaan. Momentum HAN Ke-42 bertema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" menegaskan perlindungan anak, termasuk Anak Binaan, merupakan tanggung jawab bersama.

"PMP diberikan kepada Anak Binaan yang telah memenuhi ketentuan, salah satunya masih berusia di bawah 18 tahun serta menunjukkan perilaku baik dan aktif mengikuti program pembinaan. Ini menjadi bentuk apresiasi negara sekaligus motivasi agar mereka terus memperbaiki diri dan menyiapkan masa depan yang lebih baik," ujar Herman saat membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Ia menjelaskan PMP diberikan dengan besaran antara satu hingga dua bulan sesuai hasil penilaian dan kategori yang ditetapkan. Namun lebih dari itu, Herman menegaskan pembinaan di LPKA berorientasi pada pemulihan karakter, pendidikan, dan penguatan keterampilan, bukan sekadar menjalankan pidana.

Menurutnya, tema HAN tahun ini harus menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang, termasuk anak yang sedang menjalani pembinaan di LPKA. Lima prinsip penyelenggaraan HAN, yakni ramah anak, desentralisasi, apresiatif, partisipatif dan kolaboratif, serta berdampak, harus diwujudkan melalui langkah nyata seluruh pemangku kepentingan.

"Anak adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan wajah Indonesia pada masa depan. Karena itu, seluruh elemen harus hadir melalui Gerakan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN), memastikan setiap anak memperoleh haknya tanpa diskriminasi, termasuk Anak Binaan yang sedang mempersiapkan diri kembali ke masyarakat," tegas Kakanwil.

Herman juga mengajak pemerintah daerah, Aparat Penegak Hukum, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem perlindungan anak berkelanjutan. Menurutnya, tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena pernah melakukan kesalahan.

"Tugas kita adalah memberikan kesempatan kedua melalui pendidikan, pembinaan, dan pendampingan agar mereka kembali menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045," ujar Herman.

Selain penyerahan PMP, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan ijazah pendidikan kesetaraan kepada empat Anak Binaan, terdiri atas satu lulusan Paket A dan tiga lulusan Paket B. "Pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan anak. Karena itu, kami terus memastikan hak pendidikan Anak Binaan terpenuhi agar mereka memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk melanjutkan kehidupan setelah selesai menjalani pembinaan," jelas Herman.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Palu melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Nathan Pagasongan, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Ditjenpas dalam memberikan pembinaan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadirkan perlindungan dan masa depan yang lebih baik bagi setiap anak.

"Pemerintah Kota Palu mendukung penuh upaya pembinaan yang dilakukan LPKA. Anak-anak ini harus diberi kesempatan untuk bangkit, berkembang, dan kembali menjadi masyarakat produktif," ungkap Nathan.

Senada, Kepala LPKA Palu, Welli, mengatakan keberhasilan seluruh usulan PMP disetujui serta terselenggaranya program pendidikan kesetaraan menunjukkan pembinaan yang dijalankan terus bergerak ke arah yang lebih humanis dan berorientasi pada masa depan anak. "Kami akan terus menghadirkan pembinaan yang berpusat pada kepentingan terbaik bagi anak, mulai dari pendidikan, pembinaan karakter, hingga penguatan keterampilan agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik," tegasnya.

Salah seorang Anak Binaan inisial N yang menerima PMP HAN I mengucapkan rasa syukurnya atas perhatian dan dukungan pemerintah terhadap tumbuh kembangnya selama menjalani pembinaan di LPKA Palu. “Kami selama di LPKA Palu diperhatikan, diberikan pendidikan, hingga bisa menerima ijazah. Kesalahan sebelumnya menjadi teguran serta motivasi untuk terus maju dan berkembang. Selamat Hari Anak untuk seluruh anak di Indonesia. Tetap semangat, optimistis, dan hargai waktu,” pesannya.

Melalui peringatan HAN 2026, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan Pemasyarakatan yang ramah anak, memperkuat pemenuhan hak-hak Anak Binaan, dan membangun kolaborasi lintas sektor guna memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk menata masa depan demi terwujudnya Indonesia Emas 2045. (IR)

 

 

Kontributor: Kanwil Ditjenpas Sulteng

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1