Kalapas Banjarmasin Pimpin Panen 320 Pot Pakcoy Hidroponik, Perkuat Program Ketahanan Pangan
Banjarmasin, INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, didampingi Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, beserta petugas dan Warga Binaan panen 320 pot pakcoy hidroponik di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (14/7). Kegiatan tersebut merupakan pembinaan kemandirian di bidang pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas.
Pakcoy yang dipanen merupakan hasil budidaya hidroponik yang dikelola Warga Binaan di bawah pendampingan petugas. Selama masa tanam, tanaman mendapatkan perawatan secara rutin melalui pengaturan nutrisi, pengecekan kualitas air, pengendalian hama, serta pemantauan pertumbuhan sehingga menghasilkan sayuran yang sehat, segar, dan berkualitas.
Kalapas berharap komoditas pakcoy mengikuti keberhasilan selada hidroponik yang telah memperoleh Sertifikat Prima 3. "Besar harapan kami, setelah selada hidroponik berhasil memperoleh Sertifikat Prima 3 sebagai produk yang layak konsumsi dan memenuhi standar keamanan pangan, pakcoy juga menyusul memperoleh sertifikasi yang sama. Panen 320 pot ini merupakan upaya kami dalam mewujudkan program ketahanan pangan. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas budidaya dan produktivitas agar hasil yang dicapai lebih baik dari hari ini," tegas Akhmad.
Senada, Bagus Paras Etika mengatakan budidaya hidroponik menjadi salah satu media pembelajaran bagi Warga Binaan untuk menguasai teknik pertanian modern yang dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat. "Budidaya hidroponik memberikan pengalaman belajar utuh bagi Warga Binaan, mulai dari penyemaian, perawatan, hingga panen. Kami terus mendorong agar setiap proses pembinaan meningkatkan keterampilan mereka sekaligus menghasilkan produk pertanian berkualitas," ujarnya.
Salah seorang Warga Binaan berinisial SG bersyukur mengikuti pembinaan kemandirian di bidang pertanian hidroponik karena memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang bermanfaat. "Selama mengikuti kegiatan, saya belajar mulai dari penyemaian, perawatan, hingga panen. Ilmu dan pengalaman yang saya peroleh menjadi bekal berharga untuk saya manfaatkan setelah kembali ke masyarakat, terutama jika ingin mengembangkan usaha di bidang pertanian," ungkapnya.
Melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian, Lapas Banjarmasin terus berkomitmen meningkatkan keterampilan Warga Binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan dengan menghasilkan komoditas pertanian berkualitas, aman dikonsumsi, dan memiliki nilai ekonomis. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


