Melalui Pembinaan Keagamaan, Lapas Takalar Cetak Warga Binaan Cinta Al-Qur’an
Takalar, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus perkuat program pembinaan kepribadian melalui pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama yang telah lama terjalin dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar dalam upaya membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik melalui pendidikan agama Islam detiap Senin hingga Jumat
Kepala Subseksi Registrasi, Awaluddin, menyampaikan kerja sama ini telah berlangsung cukup lama dan menjadi salah satu bentuk pembinaan yang memberikan dampak positif bagi Warga Binaan. “Setiap pekan kami melaksanakan pembelajaran mengaji mulai Senin sampai Jumat. Pada Jumat juga dilaksanakan zikir. Setelah belajar mengaji, Warga Binaan diberikan ceramah agama sebagai bekal untuk meningkatkan pemahaman keislaman mereka,” katanya, Selasa (14/7).
Sementara itu, Penyuluh Agama dari Kemenag Kabupaten Takalar, Fitri, menyampaikan proses pembelajaran menghadapi berbagai tantangan karena kemampuan membaca Al-Qur’an Warga Binaan tidak sama. Sebagian masih belajar dari dasar karena belum pernah mengenal huruf Hijaiyah, sementara Warga Binaan yang berusia lanjut memerlukan waktu lebih lama untuk memahami materi yang diberikan.
“Kendalanya memang ada beberapa Warga Binaan yang memulai belajar dari nol. Ada juga yang sudah berusia lanjut sehingga membutuhkan pendampingan lebih intensif. Namun, kami tetap berupaya mendampingi mereka dengan sabar sampai benar-benar memahami dan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,” jelas Fitri.
Salah seorang Warga Binaan, YD, mengatakan kegiatan ini memberikan dampak positif bagi dirinya. “Ini mungkin hikmah masuk ke Lapas. Saya punya waktu belajar membaca Al-Qur’an,” katanya.
Terpisah, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menyampaikan jika melalui pembinaan yang dilakukan berkesinambungan, kemampuan membaca Al-Qur’an Warga Binaan terus meningkat. “Indikator keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kemampuan mengenal huruf Hijaiyah, tetapi juga dari peningkatan kelancaran membaca Al-Qur’an dan pemahaman terhadap bacaan yang dipelajari,” katanya.
Program pembinaan keagamaan ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan di Lapas Takalar. Dengan bekal ilmu agama, diharapkan Warga Binaan tidak hanya memperoleh kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan akhlak yang lebih baik sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Takalar
What's Your Reaction?


