Kebersamaan Iduladha di Lapas Pemuda Madiun: Dari Salat Eid hingga Nyate Bareng

Kebersamaan Iduladha di Lapas Pemuda Madiun: Dari Salat Eid hingga Nyate Bareng

Madiun, INFO_PAS – Suasana khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan mewarnai perayaan Iduladha di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun, Rabu (27/5). Mulai dari Salat Iduladha, makan bersama, hingga penyembelihan dan pengolahan hewan kurban, seluruh rangkaian berlangsung penuh kekeluargaan serta menjadi momentum mempererat silaturahmi dan meningkatkan nilai pembinaan bagi Warga Binaan.

Kegiatan diawali sejak pukul 05.30 WIB dengan pengeluaran Warga Binaan dari blok hunian untuk mengikuti rangkaian Iduladha di lapangan Lapas Pemuda Madiun. Sebelum Salat Iduladha dimulai, Kepala Lapas (Kalapas) Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan ucapan selamat Iduladha seraya mengapresiasi seluruh petugas yang tetap hadir dan siaga memberikan pelayanan terbaik di tengah momentum hari raya.

“Setiap kegiatan yang berjalan di Lapas ini, kami upayakan semaksimal mungkin, baik dalam pelayanan maupun pembinaan. Kami berharap mendapatkan umpan balik yang baik dari seluruh Warga Binaan,” harap Rudi.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Lapas juga memberikan voucher telepon gratis melalui fasilitas Warung Telekomunikasi Khusus agar Warga Binaan dapat berkomunikasi dengan keluarga pada momen Iduladha. Selain itu, Warga Binaan diingatkan untuk terus menjaga perilaku baik dan menaati aturan yang berlaku di Lapas, termasuk menjauhi handphone, pungutan liar, dan narkoba.

Selanjutnya, Salat Iduladha berlangsung khusyuk dengan imam sekaligus khatib Ustaz Sugeng Bektiadi. Dalam khutbahnya, disampaikan pesan tentang makna keikhlasan, pengorbanan, dan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.

Suasana kebersamaan makin terasa saat Warga Binaan dan petugas mengikuti sarapan bersama dengan menu pecel dan telur yang disajikan secara prasmanan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu pelayanan sekaligus upaya mempererat hubungan antara petugas dan Warga Binaan dalam suasana penuh kehangatan.

Warga Binaan antusias menikmati hidangan yang telah disiapkan, sementara para petugas turut berbaur dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. “Saya sangat senang mendapatkan voucher telepon gratis ini. Bisa menghubungi keluarga di momen Iduladha menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya. Baru kali ini juga saya merasakan makan pecel prasmanan bersama-sama seperti ini di hari raya. Rasanya hangat sekali, seperti kebersamaan dengan keluarga,” ungkap salah satu Warga Binaan, Yusuf.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Pada Iduladha tahun ini, Lapas Pemuda Madiun menerima satu ekor sapi dan sembilan ekor kambing dari partisipasi petugas, mitra, dan stakeholder. Daging kurban diolah menjadi sate khas Blora untuk dinikmati bersama Warga Binaan sebagai kebersamaan di momen Iduladha.

“Kurban ini bukan hanya sekadar kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi. Daging kurban nantinya kami olah menjadi sate untuk dinikmati bersama Warga Binaan agar mereka juga merasakan kebahagiaan dan suasana Iduladha,” jelas Kalapas.

Semangat gotong royong tampak sejak proses penyembelihan, pemotongan, pembersihan, hingga pengolahan daging kurban yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh petugas Lapas Pemuda Madiun. Suasana makin hangat ketika para petugas bahu-membahu menyiapkan 5.000 tusuk sate khas Blora yang untuk pertama kalinya disajikan dalam perayaan Iduladha di lingkungan lapas.

Seluruh petugas aktif mulai dari persiapan bahan, penusukan daging, pembakaran sate, hingga proses penyajian. Tidak hanya memantau jalannya kegiatan, Kalapas juga turun langsung bersama petugas dalam proses pengolahan sate, bahkan ikut meracik bumbu sebagai pelengkap cita rasa sate khas Blora tersebut.

“Kami ingin menghadirkan suasana hari raya yang berbeda agar Warga Binaan juga merasakan kebahagiaan dan kehangatan Iduladha. Seluruh petugas terlibat dan bergotong royong dalam kegiatan ini karena kebersamaan seperti inilah yang ingin terus kami bangun,” tambah Rudi.

Suasana penuh keakraban kembali terlihat saat acara makan bersama sate hasil kurban digelar di lapangan Lapas Pemuda Madiun. Sebanyak 5.000 tusuk sate yang telah disiapkan seluruhnya ludes dinikmati Warga Binaan dengan penuh antusias dan tertib.

Melalui seluruh rangkaian Iduladha tersebut, Lapas Pemuda Madiun berharap nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, kepedulian sosial, dan kebersamaan terus tertanam dalam proses pembinaan sehingga menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib, harmonis, dan penuh kekeluargaan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Pemuda Madiun

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0